Iklan
Normantis Update

Puisi Kemiskinan

Beruang Dalam Alkitab – Puisi Norman Adi Satria

0 Comments

Norman Adi Satria: Demikianlah, dari zaman Daud hingga Elisa, beruang jadi kengerian. Namun Nabi Yesaya tiba-tiba bernubuat bawasanya akan tiba suatu masa di mana lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput. [...]

Filsuf Tanggal Tua – Puisi Norman Adi Satria

1 Comment

Norman Adi Satria: Apa cincin kawin itu kita tukar saja dengan beras? Bukankah menghindarkan kekasih dari busung lapar lebih pantas disebut tanda cinta ketimbang logam yang melingkar di jemarinya? [...]

Cerpen Cak Nun: Ijazah

2 Comments

Emha Ainun Nadjib: Namanya Bambang Suprihatin. Aku tidak tahu apakah orangtuanya bermaksud melatih putranya ini agar tahan terhadap segala keprihatinan. Dan kini apakah mereka mengetahui betapa anaknya lebih dari sekadar berprihatin? [...]

Tanah – Puisi Wiji Thukul

0 Comments

Wiji Thukul: Hari ini aku mimpi buruk lagi: seekor burung kecil menanti induknya di dalam sarangnya yang gemeretak dimakan sapi. [...]

Tanggal dan Peristiwa – Puisi Norman Adi Satria

0 Comments

Norman Adi Satria: Kami kira baru kemarin kami bertukar cincin. Padahal sudah sejak lama juga cincin itu ditukar dengan beberapa liter beras, lima kardus mi instan, dua kaleng susu, dan tiga lembar sempak baru. [...]

Pulanglah, Nang – Puisi Wiji Thukul

0 Comments

Wiji Thukul: Pulanglah, Nang. Jangan dolanan sama Si Kuncung. Si Kuncung memang nakal, nanti bajumu kotor lagi disirami air selokan. Pulanglah, Nang. Nanti kamu menangis lagi. [...]