Normantis Update

Puisi Ibu

Keranda – Puisi Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Semoga anakku yang pemberani, yang jauh merantau ke negeri-negeri igauan, menemukan jalan untuk pulang; pun jika aku sudah lapuk dan karatan [...]

Penjual Bakso – Puisi Joko Pinurbo

1 Comment

Joko Pinurbo: Hujan-hujan begini, penjual bakso dan anaknya lewat depan pintu rumahku. Ting ting ting. Seperti suara mangkok dan piring peninggalan ibuku. [...]

Tahilalat (Ibu) – Puisi Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Pada usia lima tahun ia menemukan tahilalat di alis ibunya, terlindung bulu-bulu hitam lembut, seperti cinta yang betah berjaga di tempat yang tak diketahui mata. [...]

Penyair Kecil – Puisi Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Penyair kecil itu sangat sibuk merangkai kata-kata dan dengan berbagai cara menyusunnya menjadi sebuah rumah yang akan dipersembahkan kepada ibunya. [...]

Anak Seorang Perempuan – Puisi Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Sudah ada beberapa lelaki misterius yang mengaku-aku sebagai ayah saya. Sayang, saya tak butuh pahlawan kesiangan. Lagi pula, saya lebih suka membiarkan diri saya tetap menjadi milik rahasia. [...]

Sajak Berudu – Norman Adi Satria

0 Comments

Norman Adi Satria: Berudu itu melihat katak lainnya telah menjadi selain katak, yang hanya tidur di dalam tempurung, ditemani udang yang sembunyi di balik batu. [...]

Gitakan Gita Cinta – Puisi Remy Sylado

0 Comments

Remy Sylado: Lebih elok rama-rama yang terbang dengan pasti, memilih hanya mencium bunga kembang sari daripada kecoak yang terbang tak pasti, dari tahi ke lemari baju lalu ke nasi. [...]