Iklan
Normantis Update

Pemikiran

Identitas Temporal – Norman Adi Satria

0 Comments

Norman Adi Satria: Begitu banyak identitas temporal yang kita sandang sehari-hari, termasuk sebagai pendukung Prabowo atau Jokowi. Sayangnya kita kerap lupa identitas permanen yang kita sandang: sebagai manusia, sebagai bangsa. [...]

Kegalauan R.A. Kartini – Oleh: Norman Adi Satria

0 Comments

Norman Adi Satria: Miris, teramat miris. Minuman keras yang Kartini harapkan takkan menjangkiti kaum Bumiputra justru diduga sebagai penyebab kematiannya. Kartini tewas 4 hari pasca melahirkan putra tunggalnya, Soesalit Djojoadiningrat. Di hari keempat pasca melahirkan itulah, Kartini diajak minum anggur oleh dokter yang membantu persalinannya, Dr. van Ravesten, sebagai tanda perpisahan. [...]

Filsuf Tanggal Tua – Puisi Norman Adi Satria

1 Comment

Norman Adi Satria: Apa cincin kawin itu kita tukar saja dengan beras? Bukankah menghindarkan kekasih dari busung lapar lebih pantas disebut tanda cinta ketimbang logam yang melingkar di jemarinya? [...]

Esai Ajip Rosidi: Bahasa Gaul

0 Comments

Ajip Rosidi: Karena “bahasa gaul” baru muncul sejak kira-kira 1998, maka dalam kamus-kamus pun tidak tercantum sebagai éntri. [...]

Esai Ajip Rosidi: “Cina” dan “China”

0 Comments

Ajip Rosidi: Sebagian dari orang Cina peranakan di Indonésia menganggap kata "Cina" itu mengandung penghinaan. Meréka lebih suka mempergunakan kata "Tionghoa" untuk menyebut nama bangsa dan nama bahasanya, dan "Tiongkok" untuk menyebut nama negaranya. [...]

Cerpen Cak Nun: Kebijaksanaan Cendol

0 Comments

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun): Dagang adalah dagang. Kehidupan adalah keuntungan. Kemajuan ialah merebut peruntungan. Gobloklah siapa pun yang menolak keuntungan, seperti Pak Cendol itu. [...]

Esai Cak Nun: Apa Ada Angin di Jakarta?

0 Comments

Emha Ainun Nadjib: Apakah desa adalah udara permai daun-daun yang hijau, dan kota adalah tiang-tiang listrik yang kering, kebisingan suara serta kehidupan yang pengap? [...]

Oemar Bakrie di Tegal Kuru – Sujiwo Tejo

0 Comments

Sujiwo Tejo: Lihatlah dari antariksa tubuh Gatutkaca yang telah jadi jenazah menukik seperti burung dara jantan ke pasangan betinanya. Bahkan, lebih laju ketimbang pembalap Valentino Rossi. [...]

Tahu – Sujiwo Tejo

0 Comments

Sujiwo Tejo: Ini bukan tahu makanan. Ini tahu yang dibaca "tau”. Mudah-mudahan dari sini jelas sudah bahwa kita tidak sedang membahas tahu kediri, tahu Sumedang, tahu tektek, maupun tahu campur. [...]

Terlalu – Sujiwo Tejo

0 Comments

Sujiwo Tejo: Tahukah engkau benda yang sejatinya paling membosankan bagi perempuan? Yaitu laki- laki yang terlaaaaaaaaalu setia .. [...]

Prasmanan – Sujiwo Tejo

0 Comments

Sujiwo Tejo: Believe it or not, di negeri #Jancukers nyaris tak pernah ada bentrok antarsuporter bola karena di stadion, sebelum berlangsungnya laga, puluhan ribu penonton bola sudah dihidangi prasmanan bermutu... [...]

Ding – Catatan Pinggir Goenawan Mohamad

0 Comments

Goenawan Mohamad: Waktu adalah pedang, dan umur terpotong tanpa terlihat; dalam nasibnya yang tak abadi (ditandai oleh pergantian hari), manusia harus membandingkan diri dengan Yang Abadi. [...]