Iklan
Normantis Update

Cerpen

Oemar Bakrie di Tegal Kuru – Sujiwo Tejo

0 Comments

Sujiwo Tejo: Lihatlah dari antariksa tubuh Gatutkaca yang telah jadi jenazah menukik seperti burung dara jantan ke pasangan betinanya. Bahkan, lebih laju ketimbang pembalap Valentino Rossi. [...]

Buah Delima (The Pomegranate) – Kahlil Gibran

0 Comments

Kahlil Gibran: "Ini adalah delima paling baik di daerah ini, kami menjualnya satu perak lebih mahal daripada delima yang lain." Ternyata semua tetangga, pria maupun wanita datang berduyun-duyun untuk membeli delima itu. [...]

Nyonya Ruth (Lady Ruth) – Kahlil Gibran

0 Comments

Kahlil Gibran: "Itu rumah Nyonya Ruth. Dia seorang penyihir tua." ; "Kau salah, Nyonya Ruth adalah seorang wanita cantik yang tinggal di sana untuk mengabdi pada mimpi-mimpinya." [...]

Satu Truk Pasir – Cerpen Cak Nun

0 Comments

Cak Nun: ”Ganti dengan gundulmu apa!” Nyonya Gondo meledak. ”Kauhanya sibuk bikin rencana dan sibuk berlagak pada tetangga. Aku tahu betul kaupulang bawa pasir hanya untuk memberi kesan kepada tetangga seolah-olah kita ini makmur dan akan kaya." [...]

Padang Kurusetra – Cerpen Cak Nun

0 Comments

Cak Nun: Tanah itu bukan milik Pandawa maupun Kurawa. Tanah itu milik rakyat, dan di manakah rakyat, di tengah jajaran wayang-wayang? Tentu tidak tertampung dalam kotak ki dalang. Di mana? [...]

Kepada Kelahiranku yang Tercinta – Cerpen Cak Nun

0 Comments

Cak Nun: Sebenarnya aku punya harga diri yang tinggi, semacam keangkuhan, tapi setiap perempuan pada akhirnya akan menyadari bahwa keangkuhan hanyalah selapisan amat tipis dari kebutuhan perasaannya yang sebenarnya. [...]

Sang Penari (The Dancer) – Kahlil Gibran

0 Comments

Kahlil Gibran: jiwa para filosof bersemayam dalam kepalanya, jiwa penyair ada dalam hatinya, jiwa penyanyi melingkari tenggorokannya, namun jiwa penari mengelilingi sekujur tubuhnya. [...]

Rubah (The Fox) – Kahlil Gibran

0 Comments

Kahlil Gibran: Seekor rubah melihat ke arah bayangannya di bawah sinar matahari dan berkata, "Aku akan memiliki seekor unta untuk makan siang hari ini." [...]

Cerpen Fantasi Seks: Nihilmus Erektus – Budi Lengket

0 Comments

Budi Lengket: Membaca cerpen-cerpennya sambil memainkan alat kelamin dan saya puncratkan sperma ke atas layar kaca itu, saat wajah Djenar tampil membawakan sebuah acara (suatu waktu). Saya merasa sedang sakit jiwa. Sementara Djenar tak tahu apa kabarnya di sana. [...]