Normantis Update

Joko Pinurbo

Kumpulan Puisi Terbaik Joko Pinurbo.

Penjual Bakso – Puisi Joko Pinurbo

1 Comment

Joko Pinurbo: Hujan-hujan begini, penjual bakso dan anaknya lewat depan pintu rumahku. Ting ting ting. Seperti suara mangkok dan piring peninggalan ibuku. [...]

Tahilalat (Ibu) – Puisi Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Pada usia lima tahun ia menemukan tahilalat di alis ibunya, terlindung bulu-bulu hitam lembut, seperti cinta yang betah berjaga di tempat yang tak diketahui mata. [...]

Penyair Kecil – Puisi Joko Pinurbo

1 Comment

Joko Pinurbo: Penyair kecil itu sangat sibuk merangkai kata-kata dan dengan berbagai cara menyusunnya menjadi sebuah rumah yang akan dipersembahkan kepada ibunya. [...]

Pacarkecilku – Puisi Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Pacarkecilku tak akan mengerti: pelangi dalam botol cintanya bakal berganti menjadi kuntum-kuntum mawar-melati yang akan ia taburkan di atas jasadku, nanti. [...]

Asu – Puisi Joko Pinurbo

1 Comment

Joko Pinurbo: Gawat. Sebulan terakhir ini sudah banyak orang menjadi korban gigit anjing gila. Mereka diserang demam berkepanjangan bahkan ada yang sampai kesurupan. [...]

Minggu Pagi di Sebuah Puisi – Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Gadis itu Maria Magdalena, artinya: yang terperkosa. Lalu katanya, "Ia telah menciumku sebelum diseret ke ruang eksekusi. Padahal Ia cuma bersaksi bahwa agama dan senjata telah menjarah perempuan lemah ini. [...]

Anak Seorang Perempuan – Puisi Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Sudah ada beberapa lelaki misterius yang mengaku-aku sebagai ayah saya. Sayang, saya tak butuh pahlawan kesiangan. Lagi pula, saya lebih suka membiarkan diri saya tetap menjadi milik rahasia. [...]

Sajak Cita-Cita – Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela. [...]

Sajak Penjual Buah – Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Bukan buah sembarang buah, buah saya manis rasanya. Kata-kata ini terus saja diulangnya walau segala buah yang dijajakannya sudah terbeli semua. [...]

Kamus Kecil – Puisi Joko Pinurbo

0 Comments

Joko Pinurbo: Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku ke sebuah paragraf yang merindukan bau tubuhmu. Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk yang hangat. [...]