Iklan
Normantis Update

Penyair

Daftar Penyair Indonesia dan Mancanegara Terbaik Sepanjang Masa.

Cerpen Cak Nun: Seorang Gelandangan

0 Comments

Emha Ainun Nadjib: Kurang ajar betul gelandangan itu. Aku mengejarnya lebih cepat. Tetapi apakah aku sedang mengejarnya atau justru ia yang menarik kakiku untuk berjalan ke arah yang sama dengannya? [...]

Cerpen Cak Nun: Lingkaran Dinding

0 Comments

Emha Ainun Nadjib: Sejak semula Tuhan memang bermaksud melepaskan anak demi anak panah ke seluruh bagian tubuh dan jiwa kita. Kenapa kita mesti memohon agar anak panah itu disimpan saja di pinggang Tuhan. Itu tindakan betina. [...]

Cerpen W.S. Rendra: Sehelai Daun Dalam Angin

0 Comments

W.S. Rendra: Nenek moyang kita zaman dahulu akan berkata, "Seorang lelaki harus segera bangkit apabila ia jatuh tersungkur, memahami cacat dan kejatuhan diri sendiri memang sangat baik, tetapi lebih mulia lagi kalau ia segera bangkit kembali dan melangkah lagi. [...]

Esai Ajip Rosidi: “Cina” dan “China”

0 Comments

Ajip Rosidi: Sebagian dari orang Cina peranakan di Indonésia menganggap kata "Cina" itu mengandung penghinaan. Meréka lebih suka mempergunakan kata "Tionghoa" untuk menyebut nama bangsa dan nama bahasanya, dan "Tiongkok" untuk menyebut nama negaranya. [...]

Biji Sesawi – Puisi Norman Adi Satria

0 Comments

Norman Adi Satria: Sepanjang malam mengisi insomnia dengan mengamati biji. "Jadi imanku tak sebesar biji ini? Pantas saja doi disuruh tetap tinggal malah pindah ke lain hati." [...]

Cerpen Cak Nun: Kebijaksanaan Cendol

0 Comments

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun): Dagang adalah dagang. Kehidupan adalah keuntungan. Kemajuan ialah merebut peruntungan. Gobloklah siapa pun yang menolak keuntungan, seperti Pak Cendol itu. [...]

Maling – Cerpen Putu Wijaya

0 Comments

Putu Wijaya: Heran aku, Ibu ini kok keterlaluan! Pencuri sudah maling jambangan bunga, malah dirawat, dikasih makan dan pakaian, aku disuruh minta maaf lagi. Nanti apa kata tetangga kita?!!! [...]

Muka yang Malang – Cerpen W.S. Rendra

1 Comment

W.S. Rendra: Saya mempunyai teman sepemondokan yang bernama Aman, tetapi karena ia seorang peribut maka ada orang memanggilnya "Pengacau", dan karena ia pendek maka ada orang yang menamakannya "si Pendek", kecuali itu karena mukanya penuh dengan jerawat maka ada juga yang menyebutnya "si Jerawat". [...]