Normantis Update

Puisi Renungan

Puisi Perenungan Paling Menyentuh Hati 2016.

Puisi di Kamar – Puisi Wiji Thukul

0 Comments

Wiji Thukul: Tak menyerah aku pada tipu daya bahasamu yang keruh dan penuh genangan darah. Aku menulis, aku menulis, terus menulis sekalipun teror mengepung. [...]

Lautan Batuk – Puisi Norman Adi Satria

1 Comment

Norman Adi Satria: Namun siapa bisa menggarami "konon"? Siapa mampu menggarami kepercayaan? Andai pun bisa, sebanyak apapun digarami "konon" akan segera lenyap jika tak terbukti. [...]

Puisi dan Saya – Puisi Norman Adi Satria

0 Comments

Norman Adi Satria: Kami lebih suka tersesat kemudian mati dalam petualangan mencari kebenaran, daripada dilahirkan dalam kebenaran namun mati tanpa satu pun pengalaman petualangan. [...]