Iklan
Normantis Update

BPJS Kesehatan Rentan Dicurangi Rumah Sakit

BPJS KESEHATAN RENTAN DICURANGI RUMAH SAKIT
Oleh: Norman Adi Satria

Defisitnya anggaran BPJS yang mengharuskan pemerintah menyuntikkan dana hingga Triliunan Rupiah, membuat saya terkenang pada gejolak batin saya sekitar 2 tahun silam. Saya menduga sesungguhnya defisit anggaran itu tidak serta merta disebabkan oleh banyaknya peserta BPJS Kesehatan yang menunggak membayar iuran bulanan. Sebab kalau pun menunggak, peserta BPJS itu, berserta keluarganya, sama sekali tidak bisa berobat menggunakan kartu BPJS-nya. Setelah saya amati, sistem penagihan dari pihak Rumah Sakit kepada BPJS kemungkinan besar rentan terhadap penyelewengan (dicurangi oleh pihak Rumah Sakit).

Tahun 2017, putra ketiga saya muntaber dan harus menjalani rawat inap di salah satu RS di Bekasi, Jawa Barat. Karena saya menunggak iuran BPJS Kesehatan kelas 1, saya berkonsultasi dengan pihak RS bagaimana baiknya. Kemudian pihak RS memberi saran untuk memasukkan anak saya ke ruang rawat kelas 2, supaya tagihannya lebih murah jika kartu BPJS saya memang tidak bisa digunakan setelah tunggakannya lunas.

Singkat cerita, hari itu juga saya membayar lunas iuran BPJS Kesehatan yang menunggak. Sayangnya, meski telah lunas, kartu itu tidak bisa langsung digunakan untuk rawat inap. BPJS ketika itu baru saja menghapus denda keterlambatan pembayaran dan menggantinya dengan sanksi administratif, yaitu penangguhan kartu selama 40 hari untuk fasilitas rawat inap.

Tiga hari kemudian, ketika anak saya sudah pulih dan diizinkan pulang, saya meminta tagihan ke kasir rumah sakit. Saya diberi invoice senilai lebih dari RP 5 Juta. Saya terkaget-kaget ketika melihat tagihan itu sesungguhnya untuk pelayanan Kelas 1, padahal anak saya sejak awal mendapat perawatan kelas 2. Saat saya protes, pihak rumah sakit (customer service) keceplosan bahwa itu invoice untuk BPJS kesehatan. Akhirnya invoice itu diubah, dan tagihan yang harus saya bayar adalah RP 2,9 Juta.

Kejadian itu terus membekas di ingatan saya karena baru kali itulah pihak RS (secara tidak sengaja) menunjukkan surat tagihan untuk BPJS kepada penanggungjawab pasiennya. Saya pun langsung terkenang pada kejadian-kejadian sebelumnya. Istri saya berkali-kali rawat inap dengan kartu BPJS Kesehatan Kelas 1 namun nyaris selalu diberi kamar Kelas 2 dengan alasan Kelas 1 telah penuh. Saya curiga, barangkali itulah trik licik beberapa oknum RS untuk mencari keuntungan lebih dari selisih kelas pelayanan. Pasien diberi layanan kelas 2, tetapi tagihan kepada BPJS tetap senilai kelas 1. Dan itu bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan oleh pihak RS, karena pasien memang tidak pernah tahu berapa sebenarnya angka yang BPJS bayarkan untuk pengobatan mereka.

Semoga ada pihak BPJS atau pemerintah yang membaca celotehan saya ini. Sehingga mereka bisa mengusut tuntas dugaan “permainan licik” ini (misalnya dengan mengaudit data rawat pasien dibandingkan dengan surat penagihan) dan menambal kebocoran sistem yang memungkinkan dana dengan mudah diselewengkan.

Silakan sebarkan. Terima kasih.

Norman Adi Satria
Penyair & Wartawan

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.839 pengikut lainnya

1 Comment on BPJS Kesehatan Rentan Dicurangi Rumah Sakit

  1. Wah menarik ini, Pak. Selama ini RS kan terkesan jadi pihak yang dirugikan terus.

    Disukai oleh 1 orang

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: