Iklan
Normantis Update

Antara Aku, Tuhan, dan Suamiku – Puisi Norman Adi Satria

ANTARA AKU, TUHAN, DAN SUAMIKU
Karya: Norman Adi Satria

Bertahun bersama, baru kini kutahu
suamiku tak pernah mencintai aku
Ia hanya mencintai Tuhan yang menyuruhnya
untuk menikahiku dan tetap setia
agar aku tahu bahwa Tuhan mencintai aku
dengan mewujudkan doaku
dalam derai tangis sujudku kala itu:
berikanlah aku suami yang saleh, Tuhan.

Dan suami yang saleh itu adalah suamiku
yang tak pernah mencintai aku
Ia hanya mencintai Tuhan yang entah mengapa
tak pernah menyuruhnya mencintai yang selain diri-Nya.

Haruskah aku bersujud sekali lagi?
Berdoa agar ia mencintai aku seperti aku mencintainya?
Tapi….
Ah, aku mulai merasa aneh sendiri…..
Mengapa pengetahuanku tentang suamiku yang tak mencintaiku
seketika mengaburkan segala hal luar biasa yang telah ia perbuat terhadapku?
Bahkan tanpa melakukan apa-apa ia telah membuatku bahagia.

Dan apa puncak kebahagiaanku bersamanya?
Airmata yang tak pernah mau dihapusnya dari pipiku
Ia hanya memandangi wajahku sangat lama
dan tersenyum ketika riasanku luntur tergerus airmata
“Aku tidak menikahi eyeshadow dan bedak,” ucapnya
“Aku menikahimu, dengan tawamu atau tangismu.”
seketika itu juga aku tertawa dan memeluknya.

Aku bahagia
Ya, aku sangat bahagia bersamanya….
Tapi….
Apakah ia bahagia menikahi wanita yang tak pernah dicintainya?
Jangan-jangan aku hanyalah ujian bagi keimanannya?
Jangan-jangan….
Ah, jangan ada lagi jangan-jangan itu!

Aku hanya ingin bersujud malam ini
untuk mengucap:
Terima kasih, Tuhan
melalui suamiku Kau telah mencintai aku
dan cinta dari-Mu saja sudah lebih dari cukup.
Suamiku tak butuh berubah
dia bukan power ranger.

Jakarta, 23 Juni 2018
Norman Adi Satria

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.723 pengikut lainnya

2 Comments on Antara Aku, Tuhan, dan Suamiku – Puisi Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Puisi Cantik and commented:

    Puisi Norman Adi Satria yang bakal bikin semua mata perempuan basah, sedih banget.

    Suka

  2. Reblogged this on Best Romantic Poetry and commented:

    Oh, mungkin inilah yang disebut aku menikahimu karena Allah?

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: