Iklan
Normantis Update

15 Fakta Mencengangkan Tentang Norman Adi Satria

15 Fakta Mencengangkan Tentang Norman Adi Satria - normantis.com

15 FAKTA MENCENGANGKAN TENTANG NORMAN ADI SATRIA

Tak kenal maka tak sayang. Tapi jika Anda adalah salah satu penggemar puisi, mungkin Anda telah sayang duluan kepada Norman Adi Satria sebelum mengenal orangnya. Ia memang seorang penyair yang tidak pernah sekalipun membeberkan siapa jati dirinya, kecuali nama dan puisinya yang disebut Puisi Normantis. Namun kali ini kami akan membeberkan 15 fakta tentangnya yang belum Anda ketahui. Mari kita simak.

Norman Adi Satria dan Keluarga 1

Keluarga Norman Adi Satria

FAKTA 1: LAHIR DI CILACAP, JAWA TENGAH

Norman Adi Satria lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 30 Juni dari pasangan Simon Sukamto dan Cecilia. Ia anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya bernama Reno Adi Panglima, seorang Standup Comedian (komika) yang berkarya di Purwokerto, Jawa Tengah. Meski lahir dan dibesarkan di daerah Jawa yang berlogat ngapak, Norman Adi Satria baru bisa berbahasa Jawa ketika duduk di bangku Sekolah Dasar. Tak heran jika sebelum masuk SD, ia sempat dikucilkan oleh teman-teman sebaya karena anak-anak tetangga itu hanya bisa berbahasa Jawa, sedangkan Norman satu-satunya anak yang berbahasa Indonesia.

Namun setelah masuk SD, Norman mulai lihai berbahasa Jawa, meski yang ia kuasai hanya Ngoko saja. Norman sempat mengaku bingung pada kurikulum pelajaran Bahasa Jawa di sekolah, karena bahasa sehari-hari yang ia gunakan adalah bahasa Cilacapan (yang ngapak) sedangkan bahasa Jawa yang diajarkan adalah bahasa Semarangan (karena Semarang adalah ibukota Jawa Tengah). Padahal kedua bahasa itu jauh berbeda. Jangankan Cilacap dan Semarang, bahasa Banyumas yang hanya berjarak sekitar 50 kilometer dari Cilacap pun sudah berbeda (meski banyak persamaan). Perbedaan yang paling kentara dari bahasa Cilacapan dan Banyumasan adalah penyebutan kata “kamu”. Masyarakat Cilacap menyebut “kowe” atau “rika”, masyarakat Banyumas menyebut “ko”. Tak heran jika nilai bahasa Jawa di rapor Norman hanya berkisar 6-7, tak pernah 8.

Fakta ini pernah dikisahkan oleh Norman dalam puisi: Acong dan Joko pada Mei 1998

 

Moses

Moses Satria Kawindra (Putra ketiga Norman Adi Satria)

FAKTA 2: BERDARAH CAMPURAN TIONGHOA DAN JAWA

Ayah Norman Adi Satria, Simon Sukamto, beretnis Tionghoa, bermarga Li (marga Tionghoa no.2 terbanyak di dunia, semarga dengan Jet Li, Bruce Lee, dan filsuf Laozi). Nenek moyangnya pertama kali datang dari Tiongkok ke Hindia Belanda bertepatan dengan Perang Diponegoro, kemudian diangkat anak oleh seorang Patih di daerah Jawa. Riwayat ini tertulis dalam silsilah keluarga. Sedangkan ibunya, Cecilia, beretnis Jawa. Kakeknya pernah berkisah jika ia masih keturunan Sanjaya.

Meski berdarah campuran Tionghoa dan Jawa, wajah Norman tidak mencirikan kedua etnis itu. Tak heran jika ia bisa bergaul bebas dengan keduanya meski harus mengalami tekanan batin. Tekanan batin itu tidak perlu dijelaskan, pasti Anda mengerti tentang sentimen kedua etnis itu, terlebih jika mengingat tragedi Mei 1998. Keluarga Norman selamat dari tragedi itu lantaran wajah mereka sama sekali tidak mencirikan etnis Tionghoa.

Untuk masalah tradisi, kedua orangtua Norman tidak mewariskan adat (bersifat ritual) Tionghoa maupun Jawa, karena mereka Kristiani.

Fakta ini pernah dikisahkan oleh Norman dalam puisi: Sajak Jawa dan Tionghoa ; Sajak Wasiat Imlek

 

Norman Adi Satria dan Reno Adi Panglima

Norman Adi Satria dan Reno Adi Panglima

FAKTA 3: JATUH CINTA SEJAK TK KECIL

Norman tidak pernah memandang rendah istilah “cinta monyet” karena dia sudah jatuh cinta pada lawan jenis ketika TK kecil (umur 4 tahun). Bahkan ia masih mengingat betul nama lengkap gadis yang disukainya itu (nama sengaja dirahasiakan, berabe jika istrinya baca bisa dicari. hehehe). Gadis inilah yang membuatnya rajin ke sekolah. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, ia selalu menggedor-gedor pintu warung yang belum buka untuk membeli dua buah jajan. Sayang, sampai dia masuk SD, jajan itu belum pernah sekalipun ia berikan ke gadis itu.

Fakta ini pernah dikisahkan oleh Norman dalam tulisan: Mr. X dan Norman (Part 1) – Jatuh Cinta Sejak TK Kecil

 

Bintang Timur

Bintang Timur Satria Sanjaya (Putra kedua Norman Adi Satria)

FAKTA 4: PERTAMA KALI PACARAN, BARU SEMINGGU SUDAH DIPUTUSIN

Saat SD, ia 3 kali ganti gadis pujaan. Yang terlama ia sukai adalah Elizabeth, sejak kelas 3 SD – 1 SMP. Saking mengidam-idamkan gadis itu, Norman sampai memilih nama baptis (nama yang diberikan oleh gereja Katolik kepada seseorang yang sudah dibaptis) Zakaria (suami Elizabeth, orangtua Yohanes Pembaptis). Sialnya, pemilihan nama itu membuat ia kerap diledek oleh beberapa orang guru: pilih nama kok Zakar!

Setelah memendam rasa selama kurang lebih 4 tahun, Norman akhirnya berani mengungkapkan perasaannya lewat surat. Ia sangat pemalu terutama di hadapan orang yang ia sukai. Dan tak disangka-sangka, setelah berminggu-minggu tanpa jawaban, Elizabeth menerima cintanya ketika kelas 1 SMP, bertepatan dengan hari Valentine. Saat itu Elizabeth memberinya sebuah buku tulis yang berisi beberapa puisi karangannya sendiri. Buku tipis itu ia berikan kepada Norman melalui sela-sela di antara kelas mereka (kelas mereka bersebelahan).

Selama pacaran, apa yang dilakukan Norman? Dia hanya baca buku itu, dibolak-balik beribu kali sambil senyum-senyum sendiri. Mereka tidak pernah ngobrol sepatah kata pun. Tiap kali jumpa di sekolah, Norman selalu kabur karena tak punya nyali. Dan seminggu kemudian, Elizabeth tiba-tiba mengajak Norman keluar. Sore hari mereka bersepeda. Elizabeth mengajaknya ke tengah sawah yang sepi. Pikiran Norman tidak karuan ketika itu, mengapa kekasihnya mengajak dia ke tengah sawah? Di tengah sawah itu ternyata Elizabeth minta putus. “Maaf, aku udah dijodohin sama orangtuaku.” ucap Elizabeth. Norman bak disambar petir, dihempas badai, dan sejenis itulah. Norman tak bisa berkata apa-apa. Ia membiarkan Elizabeth meninggalkannya sendirian di tengah sawah.

Sampai di rumah, Norman membakar buku dari Elizabeth itu. Tak butuh waktu lama, hari itu juga ia move on.

Tentang Elizabeth, Norman pernah menuliskan kisah kelanjutan mereka dalam puisi: Mbak-Mbak Cantik dari Masa Lalu

 

Norman Kelas 3 SMP

Norman Adi Satria saat kelas 3 SMP

FAKTA 5: PERNAH GENDUT, BERAT BADAN TURUN 30 KILOGRAM BERKAT PUASA

Norman Adi Satria sadar bahwa Elizabeth tak pernah mencintainya. Elizabeth hanya kasihan karena mendengar Norman mencintainya sejak kelas 3 SD. Faktanya Norman memang bocah gendut, berkulit sawo matang, berambut klimis belah samping, berkacamata bingkai emas, dan segala hal yang membuat gadis manapun akan menolak cintanya. Setelah move on kepada beberapa gadis lain yang ujung-unjungnya menolak cintanya, kelas 3 SMP Norman memutuskan untuk puasa. Ia menerapkan puasa Katolik, hanya makan sekali sehari selama 40 hari. Puasa ini belakangan dilabeli oleh Dedy Corbuzier sebagai OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet), padahal itu adalah cara umat Katolik berpuasa. Jadi, Norman telah melakukan diet itu jauh sebelum Deddy Corbuzier menyebutnya OCD.

Berkat berpuasa dan rutin berolahraga, berat badan Norman turun drastis. Bahkan para tetangga memarahi ibunya, “Bu, Si Norman ga pernah dikasih makan apa? Kasihan, sekarang kurus banget.” Faktanya, Norman memang telah kurus, bahkan tulang-tulang rusuk yang awalnya tertutupi lemak dan perut buncit, kini kelihatan. Pipi tembemnya lenyap, berganti dengan lekukan-lekukan rahang yang terlihat. Tampangnya berubah drastis.

Selain menurunkan berat badan, ia juga mengganti gaya rambut. Dari yang sedari kecil belah samping, kini belah tengah. Kulitnya pun tiba-tiba memutih karena tidak lagi main panas-panasan. Sejak saat itu, banyak gadis yang mengejarnya. Ia cowok pujaan.

Bukan cuma tampang yang membuatnya dikagumi gadis-gadis, tapi juga sikapnya. Jalannya tegap, tidak cengengesan, sedikit omong, dan tidak lirak-lirik perempuan. Ia misterius dan cool abis. Padahal, bukan karena berlagak cool dan misterius, karena ia tetaplah Norman yang lama, yang tidak berani berhadapan dengan perempuan.

Tentang obesitas Norman pernah menulis puisi: Imut Gendut

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.757 pengikut lainnya

1 Comment on 15 Fakta Mencengangkan Tentang Norman Adi Satria

  1. Reblogged this on Best Romantic Poetry and commented:

    Gokil! 15 Fakta tentang penyair Norman Adi Satria. Nomor 5 bikin netizen tercengang!

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: