Normantis Update

Kegalauan R.A. Kartini – Oleh: Norman Adi Satria

KEGALAUAN R.A. KARTINI TENTANG EROPA

Seperti pada umumnya orang terpelajar di zaman kolonial, Kartini pun mengagumi keagungan Eropa. Karena di dalam buku bacaan dan sarat kabar langganannya (de locomotief), Eropa selalu berwajah modern. Dan hanya satu saja pembanding yang membuat Eropa semakin mempesonakan: bangsanya sendiri yang terbelakang dan memprihatinkan.

Selain kebebasan, cita-cita terbesar Kartini lainnya adalah menginjakkan kaki di Eropa, demi melihat dengan mata kepalanya sendiri peradaban yang selama ini ia bayangkan. Hal ini ia sampaikan kepada Nona Zeehandelaar dalam suratnya yang bertanggal 12 Januari 1900:

Pergi ke Eropa! Sampai napasku yang penghabisan akan tetap jadi cita-citaku.

Sekiranya dapat aku mengecilkan tubuhku hingga dapat aku masuk ke dalam sampul surat, pastilah aku turut serta dengan surat ini mengunjungi engkau, Stella, dan abang kesayanganku dan ….

Keinginan Kartini berkunjung ke Eropa yang tergambar di tulisan, bisa jadi karena ia melihat begitu banyak hal bertentangan dengan ke-Eropa-an yang terpampang nyata di depan mata. Bangsa Belanda yang ada di Hindia Belanda bahkan lebih angkuh dan gila hormat dari priyayi-priyayi Jawa. Mereka jauh dari konsep emansipasi, mereka sama sekali tak egaliter, mereka pandang bulu.

Kartini menumpahkan kekesalannya terhadap Belanda kepada Stella di surat yang sama:

Orang Belanda menertawakan dan mencemoohkan kebodohan kami, tetapi bila kami coba memajukan diri kami, sikapnya pun terhadap kami mengancam. Alangkah sedihnya hati kami, dahulu semasa di sekolah, guru dan banyak sesama murid memusuhi kami. Tetapi, tidak semuanya guru dan murid itu membenci kami. Banyak juga yang mengenal kami dan menyayangi kami, sama saja dengan anak-anak lainnya. Banyak juga guru yang berat hatinya memberikan seorang anak Jawa angka yang tertinggi, meskipun sungguh-sungguh ada hak anak itu mendapatkannya.

Sungguhlah, orang Eropa itu menjadikan dirinya tertawaan kami saja; dia menghendaki kami berbuat hormat kepada mereka, seperti kami diwajibkan oleh adat kami memberi hormat kepada kami orang Bumiputra. Resident dan assisten resident menyebutkan dirinya “kanjeng” sudah sepatutnyalah itu, tetapi opseter kebun, pegawai kebun lainnya dan besok lusa boleh jadi juga sep stasiun, menyuruh bujangnya memanggilnya “kanjeng”; yang demikian itu sebenar-benarnyalah gilalah namanya itu. Tahukah mereka itu, apa artinya kanjeng? Disuruhnya orang di bawahnya menghormati dia dengan cara yang hanya dilakukan orang-oirang itu kepada kepalanya sendiri. Aduh, aduh, sangkaku hanya si “Jawa” bodoh itu saja yang ingin dianjung-anjungkan, tetapi sekarang tahulah aku bahwa orang Barat, yang baradab dan ada berpelajaran itu pun tak segan dianjung-anjungkan itu, bahkan gila akan anjungan itu.

Sekarang tahulah aku, mengapa orang Belanda tiada suka, kami orang Jawa maju. Apabila si Jawa itu telah berpengetahuan tiadalah ia hendak mengia dan mengamin saja lagi, akan barang sesuatu yang dikatakan dipikulkan kepadanya oleh orang yang di atasnya.

Dari kekesalannya itu, nampak benar bahwa Kartini telah muak pada penaruhan hormat kepada orang yang tak berhak. Dan meskipun sebagai Raden Ajeng ia berhak memperoleh penghormatan begitu rupa dari strata sosial di bawahnya, Kartini menolaknya, terutama jika yang ingin memberi hormat adalah wanita yang lebih tua daripadanya. Dalam suratnya Kartini berkata:

Perempuan yang lebih tua daripadaku, akan tetapi bangsanya kurang, tiada pernah kuizinkan menyatakan hormat yang ada jadi hakku. Aku tahu, dia suka sekali berbuat begitu, meskipun aku jauh lebih muda daripada dia, karena aku seorang keturunan bangsawan asal, yang sangat disembah dijunjungnya, sedang barang dan hartanya relalah mereka mengurbankan untuk bangsawan itu. Terharu hati kita, melihat setianya orang itu kepada kepala-kepalanya. Tidak senang hatiku melihat orang yang tua daripadaku lalu berjongkok-jongkok di hadapanku.

Baca di halaman selanjutnya: Kegalauan R.A. Kartini Tentang Minuman Keras (yang Akhirnya Membuatnya Tewas) >>>>>>

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.763 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: