Iklan
Normantis Update

Beruang Dalam Alkitab – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

Beruang Dalam Alkitab - Puisi Norman Adi Satria - normantis.com

BERUANG DALAM ALKITAB
Karya: Norman Adi Satria

Daud, bocah penggembala kambing domba yang lihai memetik kecapi itu
berkata kepada Raja Saul yang tengah ketakutan menghadapi musuh:
(1) Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya
Apabila datang singa atau beruang
yang menerkam seekor domba dari kawanannya
maka aku mengejarnya
menghajarnya
dan melepaskan domba itu dari mulutnya
Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku
maka aku menangkap janggutnya
lalu menghajarnya dan membunuhnya
Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini
Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu
ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu
karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup
TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang
Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.

Demikianlah beruang, satu dari dua binatang paling ditakuti
namun kalah juga pada seorang bocah penggembala
membuat hati Raja Saul diliputi keberanian.
Daud berangkat melawan orang Filistin
dan berhasil membunuh prajurit terkuat bernama Goliat, seorang raksasa
hanya dengan ketapelnya.
Beberapa waktu kemudian, Daud menggantikan Saul sebagai raja.

Kisah itu tentu pernah didengar oleh anaknya, Salomo,
sang raja terkaya dan paling bijaksana sepanjang segala zaman itu.
Salomo dalam kebijaksanaannya mengutarakan amsal tentang orang bebal:
(2) Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak, dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya.

Demikianlah Salomo mengibaratkan orang goblok tapi ngeyel
lebih berbahaya daripada beruang yang sedang galau kehilangan anak
sehingga kebuasannya berkali lipat daripada sekedar galak.

Beda dengan Salomo,
Nabi Amos menyebut beruang dalam perumpamaannya tentang hari kiamat:
(3) Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN!
Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu?
Hari itu kegelapan, bukan terang!
Seperti seseorang yang lari terhadap singa
seekor beruang mendatangi dia
dan ketika ia sampai ke rumah
bertopang dengan tangannya ke dinding
seekor ular memagut dia!
Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang
kelam kabut dan tidak bercahaya?

Demikianlah Nabi Amos mengibaratkan
orang yang hendak menghindar dari penghakiman hari kiamat
sebagai seseorang yang berhasil kabur dari kejaran singa
malah didatangi beruang
Sudah sampai rumah menyangka telah selamat
ternyata ular mematuknya
sehingga tetap mampuslah dia.

Tidak seperti Salomo dan Amos yang menyebut beruang sebagai umpama
Nabi Elisa pernah berurusan langsung dengan binatang buas itu
tapi bukan untuk bertarung
melainkan ia memanggil dua beruang sebagai kutukan
kepada empat puluh dua bocah yang mengejeknya botak.
Gila, seorang Nabi dibully: botak, botak, botak!
Dua beruang tiba-tiba datang dari hutan
mencabik-cabik bocah-bocah itu. (4)

Demikianlah, dari zaman Daud hingga Elisa, beruang jadi kengerian.
Namun Nabi Yesaya tiba-tiba bernubuat bawasanya
akan tiba suatu masa di mana
lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput
dan anaknya akan sama-sama berbaring
sedang singa akan makan jerami seperti lembu.
Itulah masa ketika Raja Damai tiba. (5)

Dan, apa pula yang dikatakan oleh Yesus Sang Raja Damai itu tentang beruang?
Yesus berkata kepada seseorang yang datang hendak mengikutinya:
alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. (6)

Beruang yang diucapkan Yesus itu bukan binatang
namun ber-uang, punya banyak uang, kaya raya.

Tapi apakah kemiskinan tidak lebih berbahaya dan mengerikan daripada kekayaan?
Yesus berkata di atas bukit:
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (7)

Bekasi, 21 Februari 2018
Norman Adi Satria

(1) 1 Samuel 17:33-37
(2) Amsal 17:12
(3) Amos 5:19
(4) 2 Raja-Raja 2:23-25
(5) Yesaya 11:7
(6) Markus 10:23 / Lukas 18:24
(7) Matius 5:3

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.786 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: