Iklan
Normantis Update

Layangan Temangsang – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

Layangan Temangsang - Puisi Norman Adi Satria - normantis.com

LAYANGAN TEMANGSANG
Karya: Norman Adi Satria

Layangan yang tak pernah kuunda
tiba-tiba kutemukan temangsang di kabel telefon
ragangannya patah disambar dara bandangan
yang diklepek dan nggesut ke rumah tetangga.

Blandring atau ikhlaskan!” ucap seseorang.
Kutatap matanya dalam, rasanya aku kenal:
ternyata itu diriku sendiri sesaat sebelum jadi penyair.
Datang dari masa lalu melalui sebuah ingatan.
“Blandring saja, penyair!
Kan kau sudah keseringan ikhlas.” ucapnya lagi.

Memang susah omong pada diri sendiri
terutama pada diri yang belum kenal pada tanda-tanda:
melihat layangan temangsang hanya sebagai layangan nyangkut.

“Ini bukan soal layangan.” ucapku.
“Lalu?” tanyanya.
“Ini soal kabel telefon.”
“Kabel telefon?”
“Bukankah di suatu masa kau dan dia
pernah saling cakap soal masa depan
melalui kabel telefon itu?” tanyaku.
“Tentu aku masih ingat. Itu baru saja terjadi kemarin bagiku.
Bukankah sudah jelas apa yang dia ucap
tentang aku, emm.., maksudku kita, dan dia
persis seperti puisi Chairil Anwar, Tak Sepadan?” jawabnya.

“Aku hanya penasaran
apakah dia sudah mampus dikoyak-koyak sepi?!” ucapku.
“Kukira kitalah yang dikoyak-koyak sepi
tapi tak mampus-mampus sampai detik ini.” timpalnya, tertawa.

Layangan temangsang itu mengingatkanku
pada sebuah kenangan tentangmu yang tak pernah kuterbangkan
namun tiba-tiba kutemukan nyangkut di sebatang dahan
membuatnya gagal terbang ke angkasa lupa.
Dan aku diperhadapkan pada dua pilihan yang sama:
blandring atau ikhlaskan.

Bekasi, 6 September 2017
Norman Adi Satria

CATATAN:

Unda (Bahasa Jawa): menerbangkan layangan.
Temangsang (Bahasa Jawa): nyangkut.
Dara (Bahasa Jawa): burung merpati.
Bandangan (Bahasa Jawa): burung merpati milik orang lain yang jadi incaran.
Ragangan (Bahasa Jawa): rangka layangan.
Klepek (Bahasa Jawa):  mengepakkan burung betina dalam genggaman untuk memikat burung merpati jantan yang tengah terbang.
Nggesut (Bahasa Jawa): menukik.
Blandring (Bahasa Jawa): mengambil layangan nyangkut dengan cara melemparkan batu yang diikat benang ke arah benang layangan yang akan diambil.

Iklan

EDISI SPESIAL SUMPAH PEMUDA

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.243 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: