Iklan
Normantis Update

Layang-Layang – Puisi Sapardi Djoko Damono

Karya: Sapardi Djoko Damono

Layang-Layang - Puisi Sapardi Djoko Damono - normantis.com

LAYANG-LAYANG
Karya: Sapardi Djoko Damono

Layang-layang barulah layang-layang jika ada angin
memainkannya. Semantara terikat pada benang panjang,
ia tak boleh diam–menggeleng ke kiri ke kanan,
        menukik
menyambar, atau menghindar dari layang-layang lain.

Sejak membuatnya dari kertas tipis dan potongan
        bambu,
anak-anak itu telah menjanjikan pertemuannya dengan
        angin.
“Kita akan panggil angin Barat, bukan badai atau petir,
Kita akan minta kambing mengembik, kuda meringkik,

dan sapi melenguh agar angin meniupkan gerak-gerikmu,
mengatur tegang-kendurnya benang itu.” Sejak itu
ia tak habis-habisnya mengagumi angin, terutama ketika
        siang
melandai dan aroma sore tercium di atas kota kecil itu.

Dari angkasa disaksikannya kelak-kelok anak sungai,
pohon-pohon jambu, asam jawa, bunga sepatu, lamtara,
gang-gang kecil, orang-orang menimba di sumur tua,
dan satu-dua sepeda melintas di jalan raya.

Ia suka gemas pada angin. Ia telah menghayati sentuhan,
terpaan, dan bantingannya; mungkin itu tanda
bahwa ia telah mencintainya. Ia barulah layang-layang
        jika
melayang, meski tak berhak membayangkan wajah angin.

Sapardi Djoko Damono
Buku: Ayat-Ayat Api

Iklan

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.723 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: