Iklan
Normantis Update

Merah Darahku, Putih Tulangku! – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

Gambar tengah (Nabilah JKT48) kreasi Wizzy Sanjaya

MERAH DARAHKU, PUTIH TULANGKU!
Karya: Norman Adi Satria

“Merah darahku, putih tulangku!”
Mari sejenak kita renungi lagi sebaris ungkapan itu
apakah sekedar permainan kata
yang bila meminjam istilah Jawa:
sekedar “nggatuk-nggatukke” saja
agar senada dengan warna Sang Bendera;
atau ada sebuah filosofi yang secara sadar maupun tidak sadar
menjadikan kita bangsa yang paling toleran terhadap sesama?

Merah darahku!
Bukan biru!
Karena keningratan memang selayaknya tak dimaknai secara dangkal
sebagai sebuah kebetulan terlahir dari rahim istri atau gundik tuan terhormat
namun sebuah kehormatan yang dianugerahkan atas apa yang kita perbuat.

Tak melakukan apa-apa bagi bangsa dan negara
hendak dicatat apa kau sebagai siapa?
Tak laku lagi Adigang itu:
aku anak cucu itu, maka kau harus anu.

Putih tulangku!
Bukan kulitku!
Karena bicara Indonesia, warna kulit tak semestinya jadi problema
Mau kulitmu hitam aspal, cokelat silverqueen, kuning berkarat
atau putih-putih melati alibaba, merah-merah delima pinokio
kita semua sudara, manunggal dalam penyusuan Sang Ibu.
Mengapa kini kau ributi berapa centi lebar kelopak mata:
sipit sedikit kau laknati Cina?

“Merah darahku, putih tulangku!”
Teriakkan itu, rasakan kibarnya di sekujur raga jiwamu.

Jakarta, 12 Agustus 2017
Norman Adi Satria

Iklan

EDISI SPESIAL SUMPAH PEMUDA

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.272 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: