Iklan
Normantis Update

Di Balik Foto Chairil Anwar yang Sedang Merokok – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

Di Balik Foto Chairil Anwar yang Sedang Merokok - Puisi Norman Adi Satria - normantis.com

DI BALIK FOTO CHAIRIL ANWAR YANG SEDANG MEROKOK
Karya: Norman Adi Satria

Chairil kelimpungan mencari puntung yang beberapa jam lalu ia hempas
Ia mengingat-ingat, nampaknya ada satu inci lagi yang masih bisa ia hisap
barangkali itu cukup untuk merampungkan serangkai sajak yang kurang sebaris saja
sedang baris-baris lain telah terlanjur meludeskan dua bungkus rokoknya

Kolong-kolong meja dan kursi ia jelajahi
juga sela-sela tikar, tumpukan piring kotor, gelimpangan sandal
serakan buku, bawah robekan surat yang batal dikirimkan,
dan tong sampah yang baru saja diacak-acak kucing liar

“Dimana kau puntung jalang? Marah kau padaku kerna telah kubuang?”
ucapnya sambil mencari-cari di sela-sela lemari
“Eros! Kau boleh kutuksumpahi aku soal Mirat, Dien, Gadis, Aryati,
tapi jangan soal puntung ini!
Pada Bung Karno aku tengah bikin janji!
Tanpanya bisa mampus aku dikoyak-koyak sepi!
(Kelak iklan rokok akan bilang:
ga ada loe ga rame dan losta masta alias bikin hidup lebih hidup)
Kau dengar aku, Eros? Aku ingin hidup seribu tahun lagi!”
racau Chairil sembari mengacak-acak laci.

Pandangnya seketika beralih kepada sepasang kaki
yang baru saja tiba tanpa permisi
rokoknya setengah terhimpit di alas sepatu
matanya merambat ke atas sampai ke muka
nampaklah wajah Jassin, teman main bareng, bukan jaim bareng-nya
dan muncratlah seluruh isi murka
“Jassin!!! Kenapa kau injak rokokku???”

Jassin terhenyak, dilihatnya puntung gepeng dipungut, disayang-sayang
“Nahas benar nasibmu….
Seperti The Young Dead Soulder yang tak sanggup bicara lagi
dalam Karawang-Bekasi.” ucap Chairil.
Jassin hanya geleng-geleng kepala
sembari bolak-balik melihat antara Chairil dan kamera yang baru saja dibelinya.
Kebetulan rambut Chairil sedang rapi-rapinya.

“Duduk kau,” ucap Jassin, “Sulut rokokmu.”
Bak kena sihir, Chairil menurut saja
namun matanya nanar ke arah lensa
masih dendam pada kaki yang menginjak rokoknya.

Sekali jepret, rokok itu mati.
“Jassin, tanggung jawab kau!”
“Iya, iya… Enjoy aja!
Bukan basa-basi?
Talk less do more! Go ahead!

Tak disangka, Chairil dan rokoknya melegenda
menjadi signature moment
semacam slogan rokok kretek bikinan Soerabaja:
sejarah citarasa tinggi.

Entah apakah suatu saat kelak foto itu bakal dipajang pada bungkus rokok
dengan embel-embel tulisan “Rokok Membunuh Chairil” atau tidak.
Televisi akan memburamkan rokoknya atau tidak.

Yang jelas, tiada yang meragukan bahwa Chairil adalah
pria punya selera
karena his life his adventure.

Jakarta dan Bekasi, 24 Juli – 4 Agustus 2017
Norman Adi Satria
Catatan: Puisi hanya fiktif, bukan catatan sejarah. Hanya sebuah imajinasi dari selembar foto Chairil Anwar yang sedang merokok.

Iklan

Video Normantis

KARYA TERBARU

EDISI SPESIAL HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: