Normantis Update

6 Surat Chairil Anwar Kepada H.B. Jassin yang Paling Mencengangkan – Oleh: Norman Adi Satria

Esai Norman Adi Satria

Inilah surat Chairil Anwar kepada H.B. Jassin tertanggal 10 April 1944, yakni dua bulan setelah ia mengeluhkan jiwanya yang berubah warna setiap menit.

SURAT VI

10 April 1944

Jassin,
      Yang kuserahkan padamu — yang kunamakan sajak-sajak!
–itu hanya percobaan kiasan-kiasan baru.
      Bukan hasil sebenarnya! Masih beberapa “tingkat percobaan”
musti dilalui dulu, baru terhasilkan sajak-sajak sebenarnya.

Ch. Anwar

Ya, akhirnya Chairil harus melakukan apa yang disebut Sapardi Djoko Damono sebagai “bilang begini, maksudnya begitu”, yang artinya menggunakan kiasan-kiasan, sekias-kiasnya. Paling tidak hal itu Chairil lakukan hingga akhirnya Jepang kalah perang. Namun bukan berarti Chairil seutuhnya menulis puisi segamblang-gamblangnya seperti orang bicara pasca bangsa Indonesia menyatakan dirinya merdeka. Karena memang selalu ada makna yang harus tetap menjadi rahasia, diterka-terka oleh pembaca dengan jutaan tafsirannya. Puisi memang seperti sebaris kata yang tertulis dalam sajak “Diponegoro”: sekali berarti, sudah itu mati.

Bekasi, 25 Juli 2017
Norman Adi Satria
Sumber surat: Buku “Aku Ini Binatang Jalang”

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.769 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: