Iklan
Normantis Update

6 Surat Chairil Anwar Kepada H.B. Jassin yang Paling Mencengangkan – Oleh: Norman Adi Satria

Esai Norman Adi Satria

6 Surat Chairil Anwar Kepada H.B. Jassin - normantis.com

Inilah 6 lembar surat yang ditulis Chairil Anwar kepada sahabat karibnya, Sang Paus Sastra Indonesia, Hans Bague Jassin. Surat pertama tertanggal 15 Maret 1943, ditulis Chairil usai mampir ke kediaman H.B. Jassin. Uniknya, meski rumah kosong, Chairil Anwar dengan bebas saja nyelonong masuk, bahkan membawa pulang empat buah buku koleksi Jassin.

SURAT I

15 Maret 1943

Jassin,
      Tadi datang. Rumah kosong. Ada menunggu kira-kira
sejam. Sementara itu tentu ta’ dapat melepaskan tangan dari
lemari buku. Kubawa
      1) H.R. Holst, De nieuwe Gentroste
      2) H.R. Holst, Keur uit de Gedichten
      3) Huizinga, In de schaduw van Morgen
      4) Huizinga, Cultuur Historische Verkenningen.
      Maksud datang tentu dapat Jassin menerka. Minta terima
kasih 1001 kali.
      Jassin,
      Aku tak bertukar. Masih seperti dulu juga lagi. Tapi kalau
10 hari lagi dihukum tentu lemah & jinak.
      Relaas perkaraku akan membuktikan aku ta’ bersalah.
Apa?! Disumpahi Eros.
      Kuminta padamu sekali lagi 1001 terima kasih.
      Aku katakan: You are well.

Ch. Anwar

Dari sepucuk surat itu, sekelumit kehidupan dan kepribadian Chairil Anwar bisa ditafsirkan dengan begitu rupa. Mulai dari betapa akrabnya Chairil dengan H.B. Jassin hingga terkesan kurang ajar: masuk ke rumah Jassin yang tengah kosong kemudian membawa pulang buku-buku tanpa terlebih dahulu meminta izin. Tapi dengan menyebutkan keempat buku yang ia pinjam dalam isi suratnya, nampaklah sifat Chairil yang bertanggungjawab. Meski mengaku sebagai binatang jalang, nyatanya ia bukan maling. Ya, minimal bukan maling di rumah kawannya sendiri. Karena sejarah kehidupannya mencatat, bahwa Chairil memang kerap mencuri di toko buku. Chairil lebih dari kutu buku, ia maniak buku.

Keempat buku yang dibawa pulang Chairil dari rak milik Jassin seluruhnya berbahasa Belanda, karena memang penulisnya adalah dua tokoh ternama dari negeri kincir angin itu.

Henriette Roland Holst alias H.R. Holst adalah penyair Belanda kelahiran 24 Desember 1869 yang sempat dinominasikan sebagai peraih Nobel di bidang sastra. Keponakan dari suaminya, yakni Adriaan Roland Holst merupakan penyair berjuluk “the Dutch Prince of Poets”. Sedangkan Johan Huizinga adalah seorang sejarawan Belanda yang merupakan salah satu pelopor Sejarah Kebudayaan Modern (Modern Cultural History). Dari buku bacaannya, nampak jelas minat Chairil Anwar tidak terlepas dari bidang sastra dan kebudayaan.

Di samping itu, cara Chairil menyapa Jassin juga lumayan menarik untuk ditelaah. Jassin yang lahir di Gorontalo, 13 Juli 1917, tentulah lebih tua umurnya daripada Chairil yang lahir di Medan, 26 Juli 1922, namun Chairil enak saja menyebutkan namanya tanpa menyertakan embel-embel Kakak atau Abang.

Di tahun penulisan surat itu, Chairil belum genap 21 tahun, sedangkan Jassin menjelang 26 tahun. Usia yang terbilang sama-sama muda, namun keduanya telah melebarkan sayapnya. Chairil telah mendapat ketenaran sejak setahun sebelumnya, yakni ketika puisi-puisinya terbit di majalah Nisan pada 1942, sedangkan Jassin telah menjadi Redaktur pada Panji Pustaka. Lalu bagaimana dengan kau, hei kaum muda? Kau sudah bikin apa di usiamu sekarang ini? Hehehe… Berat ya pertanyaannya?

Surat berikutnya bertanggal 8 Maret 1944, ditulis Chairil Anwar pada sebuah kartu pos dengan alamat R.M. Djojosepoetro, yang tak lain adalah ayahanda tunangan Chairil, Sumirat alias Mirat. Nama gadis kecintaannya itu pernah ia abadikan dalam sajak “Mirat Muda, Chairil Muda” dan beberapa sajak lainnya.

Mari kita menuju halaman 2.

Iklan

Video Normantis

KARYA TERBARU

EDISI SPESIAL HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.156 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: