Normantis Update

Esai Ajip Rosidi: Bahasa Gaul

Esai Ajip Rosidi

Tetapi yang jelas kita alami sekarang ternyata “bahasa gaul” itu tidak hanya digunakan dalam kelompok tertentu atau di daérah tertentu saja. Dengan digunakannya dalam sinétron-sinétron dan dalam wawancara yang disiarkan oléh télévisi secara nasional, maka bahasa gaul digunakan secara luas dalam masyarakat. Menurut keterangan yang pernah saya dengar, BBC di London hanya menyiarkan bahasa Inggris baku atau bahasa Inggris Oxford, “bahasa gaul” seperti yang umpamanya terdengar dalam percakapan sehari-hari orang London sekali pun tidak boléh disiarkan oléh BBC. Tetapi stasion-stasion télévisi di Indonésia boléh menyiarkan bahasa gaul secara bébas, sehingga akan besar pengaruhnya kepada pemakaian bahasa sehari-hari masyarakat yang banyak mendengarkan siaran-siarannya.

“Bahasa gaul” juga sekarang digunakan oléh para pemasang iklan. Bukan hanya yang dimuat dalam surat-surat kabar atau majalah, melainkan juga yang dipasang di mana-mana di pinggir jalan atau melintang di atas jalan. Misalnya ada iklan yang mempergunakan kata “lebay” yang tak dapat saya tangkap artinya. Kata “lebay” yang saya ketahui, artinya pejabat kaum (agama Islam), yang sering ditulis sebagai “lebé”. Misalnya ada cerita terkenal yang judulnya “Si Lebai Malang” tentang orang yang selalu bernasib sial.

Karena mungkin iklan itu ditujukan kepada kelompok masyarakat pemakai “bahasa gaul”-dan saya tidak termasuk ke dalamnya-maka tidak saya pedulikan. Tetapi dengan meluasnya penggunaan “bahasa gaul” niscaya perbendaharaan kata “bahasa gaul” seperti itu akan meluas dan akhirnya menjadi perbendaharaan bahasa baku juga. Apalagi karena “bahasa gaul” secara leluasa digunakan dan disiarkan melalui télévisi yang sekarang sudah masuk ke pelosok-pelosok paling jauh, sementara pembelajaran bahasa nasional di sekolah-sekolah sangat tidak memadai, ditambah oléh rendahnya minat baca buku-buku karya sastera yang dapat dijadikan contoh pemakaian bahasa Indonésia yang baik, maka tidak mustahil dalam waktu dekat “bahasa gaul” akan menjadi bahasa pergaulan masyarakat seluruh Indonésia secara umum. Artinya lama-lama akan menggantikan apa yang sekarang disebut “bahasa baku”, karena orang kian sulit dan kian jarang bertemu dengan “bahasa baku”. Perhatikan saja bahasa yang dipergunakan oléh para anggota DPR dalam sidang-sidang terbuka Pansus Bank Century yang disiarkan melalui télévisi. Kebanyakan anggota cenderung menggunakan “bahasa gaul” daripada bahasa Indonésia baku. Menurut paham sebagian ahli bahasa, kalau bahasa sudah diterima dan digunakan oleh masyarakat secara luas, maka bahasa itu menjadi sah sebagai sarana perhubungan masyarakat. Artinya apa yang sekarang disebut sebagai “bahasa gaul” kelak akan menjadi bahasa baku.

Ajip Rosidi
Buku: BUS BIS BAS – Berbagai Masalah Bahasa Indonesia – Catatan dan Pandangan Ajip Rosidi

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.774 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: