Iklan
Normantis Update

Over Demokrasi – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

Over Demokrasi - Puisi Norman Adi Satria - normantis.com

OVER DEMOKRASI
Karya: Norman Adi Satria

Apakah nanti orang-orang yang over demokrasi
tidak bakal kaget dan kagok
ketika memasuki surga yang monarki?

Surga itu kerajaan, Bung! Bukan republik.
Rajanya tidak dipilih lima tahun sekali
dengan main sikat dan sikut.
Ia abadi.

Kamu tidak bisa seenak udelmu sendiri
karena selain udelmu memang tidak enak
Ia tidak bisa disetir bahkan oleh suara terbanyak.

Jadi jangan ngeyel ketika kau diusir malaikat
lantaran membangun rumah semipermanen bin kumuh
di bantaran sungai Efrat dan Tigris
atau jualan cilok dan seblak di atas jembatan shirathal mustaqim
kemudian menghasut rakyat surga untuk demonstrasi
dengan misalnya mengecor kaki
sambil mogok makan berhari-hari
dengan tuntutan supaya Jibril segera diadili
kemudian lapor ke lembaga hak asasi
atas salah satu atau salah dua sohibnya yang mati
lantaran berhari-hari tidak makan nasi
cuma sarapan satu boks indomie.

“Woi, kalian ini sudah di surga! Tidak bisa mati lagi!”
omel komisioner lembaga hak asasi
pada pendemo yang gagal merancang kriminalisasi.
“Dan perlu kalian ingat, undang-undang yang berlaku disini
sangat berbeda dengan yang ada di bumi!
Sorry ya, disini kebijaksanaan tidak bisa dibeli!”
semprotnya lagi.

Jangan membuat ormas yang hobinya mengumpat orang lain kafir
karena akan ditertawai sambil dibalas begini:
“Biarin kafir, yang penting udah masuk surga tuh! Weeek!”

Jangan pula mimpi membikin kekalifahan sendiri
merancang kudeta menggulingkan rezim penguasa surgawi
sembari menjarah buah khuldi dan memperkosa bidadari.
Atau bikin partai yang seluruh petingginya sanak family
serta menyiarkan hasutan di stasiun tv milik pribadi.

Apakah nanti orang-orang yang over demokrasi
tidak bakal kaget dan kagok
ketika memasuki surga yang monarki?

Atau kita ganti saja pertanyaannya:
apakah mereka dan kita
telah cukup layak untuk berada disana?

Marilah kita renungkan jawabannya
dengan sebatang samsu dan secangkir kopi.

Bekasi, 17 Juli 2017
Norman Adi Satria

Iklan

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.194 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: