Normantis Update

Cerpen W.S. Rendra: Sehelai Daun Dalam Angin

Cerpen W.S. Rendra

Ibunya telah mencoba mendidiknya sebaik-baiknya. Ibunya itu pernah berkata kepada saya, “Saya telah berusaha sekuat-sekuat saya. Ia memang merupakan soal yang sulit bagi saya, tapi saya tak akan putus asa. Ia sebagai kuda jantan yang manis kepada saya, tetapi terlalu kuat tenaganya sehingga saya sukar mengendalikannya.”

Fajar pun menyayangi ibunya dan banyak berbuat kebaikan untuknya, tetapi selalu dengan caranya sendiri yang aneh, penuh teka-teki, dan mendebar-debarkan itu. Dengan cara mokal-mokal sekali, kadang-kadang di rumah ia memperlihatkan sikap pemberontak yang ganas, murung, dan mata gelap. Namun, ia tidak suka ibunya kelihatan menderita. Segala tindakan dan maksudnya selalu merupakan pertentangan. Dengan kata singkat, ia tidak tahu apa yang ia ingini sebenarnya.

Menurut cerita Retno kepada saya, ia selalu bersikap manja kepadanya. Retno memang mempunyai sifat sabar dan sifat keibuan. Kemanjaan Fajar tidak memberatkan hatinya. Kecuali itu ia bisa bersikap keras sehingga ia bisa membimbing pemuda yang selalu gelisah itu. la tidak segan-segan bertindak keras tegas sehingga hal itu kerap menjadikan pangkal ketegangan antara kedua kekasih itu. Namun, Retno pandai memperlihatkan bahwa di balik sikapnya yang keras itu tertanam cinta yang sungguh-sungguh dalam dan gila.

Dengan penuh kesabaran, Retno menghadapi teka-teki mengenai wataknya. Kadang-kadang, tiba-tiba Fajar berkata kepadanya bahwa ia akan berhenti main piano sama sekali.

“Untuk apa sebenarnya aku main piano dan ternama?” katanya.

Dan, Retno akan selalu berkata, “Untuk orang yang kau cintai, untuk ibumu, dan untukku.”

Sebagai seniman ia banyak mempunyai pemuja-pemuja, tentu saja di antaranya, gadis-gadis. Dengan gadis-gadis pemujanya ia selalu bersikap sembrono. Ia menyukai pemujaan mereka, tetapi tidak memberikan balasannya yang jujur. la membalasnya dengan harapan-harapan yang palsu. la kurang bersikap sederhana terhadap gadis-gadis pemujanya. Hal ini juga sering merupakan pangkal pertengkaran dengan Retno. Retno menyebut bahwa sikap semacam itu sama saja dengan sikap seorang bajul, Namun, Retno sendiri pun insyaf bahwa pada dasarnya Fajar bukan seorang bajul, tetapi semata-mata seorang pemuda yang gelisah dan linglung. Dengan sebenarnyalah saya umpamakan, bahwa Retno merupakan pelabuhan yang aman baginya, setelah mengarungi badai yang dahsyat dalam jiwanya itu.

Menurut cerita Retno, tiada lama berselang ke belakang ini, sudah terang dalam keadaan kekacauan jiwanya, yaitu setelah bertengkar dengan Retno mengenai sesuatu hal, Fajar telah berbuat serong. Ia pergi ke Kaliurang, bermalam dengan salah seorang gadis pemujanya. Semua orang di Yogya telah tahu apa yang terjadi, dan hal ini telah menimbulkan heboh yang besar di kalangan pemuda-pemuda di Yogya. Dan, bagi Retno hal itu merupakan tamparan yang hebat bagi cintanya yang gila itu. Ia telah mengirimkan sepucuk surat kepada Fajar yang berisi kutukan dan permintaan putusnya pertunangan, di luar pengetahuanku.

Akhirnya, Fajar sadar akan keedanan perbuatannya. la selama itu tidak sadar akan perbuatannya. Sebagai orang yang mabuk atau kena bius, ia melambung dan membubung dengan lalai dalam dosanya, kemudian tiba-tiba tersadar dan terbangun. Ia terperenyak dengan kerasnya. Sangat parah dan kasihan sekali. Ia menyembah-nyembah Retno agar mengampuni kesalahannya. Namun, Retno sudah telanjur sangat marah dan terluka. Ia tetap menolaknya.

Sebagai orang yang kebingungan, Fajar lalu menempuh jalan yang biasa ditempuh oleh kerbau jantan yang terluka, mengganas ke sana kemari, memusuhi dunia dan orang-orang di kanan kirinya. Ibunya menderita sekali akibat sikapnya itu. Ia datang kepadaku dan mengeluh bahwa anaknya sekarang suka mabuk dan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan yang berbahaya. Pendeknya, semua orang disusahkannya. Sehingga, pada akhirnya Retno pun menjadi luluh hatinya. Dengan menangis ia menjumpai Fajar dan berkata kepadanya, “Kemari, Manis-ku, kemari! Aku tetap mencintaimu.”

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.783 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: