Iklan
Normantis Update

The Young Dead Soldiers Do Not Speak (Archibald MacLeish) VS Karawang-Bekasi (Chairil Anwar)

Chairil Anwar menjiplak sajak karya Archibald MacLeish?

The Young Dead Soldiers Do Not Speak - Archibald Macleish

THE YOUNG DEAD SOLDIERS DO NOT SPEAK
By: Archibald MacLeish

The young dead soldiers do not speak.
Prajurit-prajurit yang mati muda tak bicara.

Nevertheless, they are heard in the still houses:
who has not heard them?
Namun, mereka terdengar di rumah-rumah sunyi:
siapa yang belum pernah mendengarnya?

They have a silence that speaks for them at night
and when the clock counts.
Mereka punya keheningan yang bicara tentang mereka ketika malam
dan setiap hitungan jam.

They say: We were young. We have died.
Remember us.
Mereka berkata: Kami masih muda. Kami telah mati.
Kenanglah kami.

They say: We have done what we could
but until it is finished it is not done.
Mereka bilang: Kami telah melakukan yang kami bisa
namun hingga kesudahan ini belum purna.

They say: We have given our lives but until it is finished
no one can know what our lives gave.
Mereka berkata: Kami telah berikan nyawa kami namun hingga ini selesai
tak satu pun dapat mengetahui apa yang telah nyawa kami berikan.

They say: Our deaths are not ours: they are yours,
they will mean what you make them.
Mereka bilang: Kematian kami bukan milik kami: mereka milikmu,
mereka akan bermakna sesuai makna yang kau buat.

They say: Whether our lives and our deaths were for
peace and a new hope or for nothing we cannot say,
it is you who must say this.
Mereka berkata: Apakah nyawa kami dan kematian kami demi
kedamaian dan pengharapan baru ataukah untuk kesia-siaan kami tak bisa katakan,
kalian yang harus mengatakannya.

We leave you our deaths. Give them their meaning.
We were young, they say. We have died; remember us.
Kami wasiatkan kematian kami pada kalian. Berilah mereka makna.
Kami masih muda, ucap mereka. Kami telah mati; kenanglah kami.

Archibald MacLeish
Penerjemah: Norman Adi Satria


KARAWANG-BEKASI
Karya: Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Chairil Anwar

CATATAN:
Sajak Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar pernah dituduh sebagai hasil plagiasi (jiplakan) dari Sajak The Young Dead Soldiers Do Not Speak karya Archibald MacLeish. Namun H.B. Jassin membela Chairil karena dalam Sajak Karawang-Bekasi mengandung ciri khas Chairil Anwar.

Iklan

Video Normantis

KARYA TERBARU

EDISI SPESIAL HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.156 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: