Normantis Update

Manusia Setengah Salmon – Raditya Dika

Karya: Raditya Dika

Hari pernikahan Mister jatuh pada Sabtu malam. Saat itu, Liga Inggris lagi bermain. Karena ingin melihat tim kesayangan gue main, gue pamit pulang duluan sama teman-teman yang lagi ngumpul. Gue dan pacar berjalan meninggalkan tempat resepsi pernikahan ke ujung jalan, tempat mobil bersama sopir gue akan menjemput.

Di antara mobil yang lalu-lalang di jalanan depan kami, gue tanya ke pacar, ‘Aneh gak, sih, teman main kita sekarang udah kawin, terus ada teman main yang udah punya anak?’

‘Temanku juga banyak yang kayak gitu,’ jawab dia.

‘Iya, rasanya aneh banget ya. Dulu ngebego-begoin mereka, dulu suka nyontek dari mereka di kelas, sekarang mereka udah kawin, udah punya anak aja.’

‘Nanti kan kita juga bakalan kayak mereka.’

‘Iya, sih,’ kata gue.

Di Perjalanan pulang dari kondangan, gue gak bisa berhenti mikir tentang Pito, Mister, dan ikan salmon. Gue ingat, beberapa bulan lalu, gue sakit di rumah, dan kebiasaan gue kalau lagi sakit adalah banyak menonton televisi. Program favorit gue Discovery Channel, dan saat itu sedang membahas tentang salmon.

Intinya begini: setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Beberapa spesies, seperti Snake River Salmon bahkan berenang sepanjang 1448 kilometer lebih, dua kali lipat jarak Jakarta-Surabaya. Gue baru berenang satu meter aja udah ngambang.

Perjalanan salmon-salmon ini tidak gampang.

Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan. Banyak juga yang menjadi santapan beruang yang nunggu di daerah-daerah dangkal. Namun, salmon-salmon ini tetap pergi, tetap pindah, apa pun yang terjadi.

Pito, Mister, dan salmon mengingatkan gue kembali, bahwa esensi kita menjadi makhluk hidup adalah pindah. Dimulai dari kecil, kita pindah dari rahim ibu ke dunia nyata. Lalu, kita pindah sekolah, lalu pindah pekerjaan. Dan, pada akhirnya, kita pindah hidup. Mati, pindah ke alam lain.

Sewaktu lagi menulis buku ini, gue mengalami banyak perpindahan. Gue mengalami pindah hubungan dengan nyokap gue. Seiring dengan dirinyayang semakin tua, hubungan gue dan dia semakin erat.

Ketika lulus kuliah, gue mengalami perpindahan ke dunia nyata yang semakin sengit. Ketika gue masuk ke dunia nyata, gue mengalami perpindahan cita-cita. Gue juga mengalami pindah rumah, yang tadinya di Blok S sekarang di Cipete. Gue mengalami perpindahan selera, yang tadinya tidak nyaman tinggal di rumah, menjadi selalu kangen rumah kalau lagi pergi jauh.

Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup di antaranya.

Seorang teman pernah cerita, terakhir kali dia kumpul-kumpul sama temannya, dia merasa out of place. Teman-temannya membawa kereta dorong berisi bayi. Sementara teman gue ini, dia masih single dan belum punya pacar. Teman-temannya yang lain pada ngomongin cara merawat anak dan popok apa yang pas, sedangkan dia seumur hidup belum pernah megang popok.

Seorang teman lain baru lulus kuliah, dan bapaknya yang sudah tua sering sakit-sakitan. Kerjaan dia sekarang, selain bekerja dari rumah, adalahmelakukan baby sitting, nungguin bapaknya di rumah, ngurusin bapaknya mulai dari obat sampai menemani di kamar waktu malam hingga sang bapak bisa tertidur. Dia bilang, ‘Dulu, gue yang diurusin, sekarang gue yang ngurusin Bokap.’ Peran yang dulu dilakukan oleh bokapnya ke dirinya, sekarang menjadi terbalik.

Pindah juga bisa menyangkut urusan hati.

Seorang teman lain menraktir gue baru-baru ini karena mampu melupakan mantan pacarnya. Ini adalah perjuangan luar biasa bagi dia yang hampir selama dua tahun belakangan masih terus dibayang-bayangi mantan yang meninggal terlalu cepat.

Tidak hanya hal-hal tadi. Kalau mau dipikir-pikir, bagian-bagian di dalam tubuh kita juga pindah. Gerakan peristaltik ketika menelan makanan membuat sarapan pindah dari mulut ke kerongkong dan akhirnya menuju lambung. Sel darah merah berpindah sejak mulai dipompa jantung hingga menyebar ke seluruh bagian tubuh. Bakteri di dalam sistem pencernaan pindah dari usus kecil ke usus besar.

Benda mati juga berpindah-pindah. Mobil pindah setiap hari, debu-debu kecil di rumah terbang ketika ada angin, bahkan dalam skala yang paling kecil elektron berpindah-pindah, berputar mengelilingi proton dan neutron dalam sebuah atom.

Dan…, foto mesra sepasang kekasih bisa pindah dari pigura ke tempat sampah sehabis mereka putus.

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.774 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: