Normantis Update

Lebih Baik Sakit Hati (Daripada Sakit Gigi) – Raditya Dika

Karya: Raditya Dika

Tiga bulan kemudian, kedua gusi bekas gigi dicabut sudah benar-benar pulih. Namun, sekarang giliran gigi geraharn bungsu terakhir di kanan bawah yang sakit. Ini adalah geraham yang diwanti-wanti oleh Dokter Johan. Geraham ini tumbuhnya miring dan nabrak gigi geraham yang ada di depannya dari samping. Rasa sakit pun datang-pergi seenaknya.

Sampai tiba saatnya, sakit yang timbul tidak tertahankan lagi. Gue pergi ke dokter spesialis bedah mulut yang ada di dekat rumah nenek gue. Namanya Dokter Nuri, dia memakai jilbab, dan gaya bicaranya cuek apa adanya.

Ketika gue datang ke Dokter Nuri, dia melihat gigi gue sebentar, lalu menyuruh gue mengambil foto sinar x. Dokter Nuri memperhatikan foto hasil sinar X, dia menggelengkan kepalanya.

‘Geraham ini harus sesegera mungkin diambil. Lihat, kita menyebut ini impuks, yaitu gigi yang tumbuhnya nabrak gigi lain. Kalau enggak buru-buru diurus, masalahnya bisa tambah parah dan ke mana-mana.’

Gue menahan napas. ‘Gitu ya, Dok? Jadi harus dioperasi?’

‘Karena gigi kamu impaksi dan tumbuhnya ngaco begini. Ya harus dioperasi.’

‘Aduh… beneran harus dioperasi ya, Dok?’

‘Sini, biar saya jelasin prosesnya: pertama-tama nanti gusi kamu akan saya bedah, lalu gigi geraham kamu kan kelihatan tuh, nah dengan alat pemotong saya akan belah gigi kamu. Sehabis itu, gusi kamu akan saya jahit. Jadi, kamu gak usah khawatir.’

‘Setelah mendengar apa yang dokter bilang tadi,’ kata gue, menelan ludah. ‘Saya malah jadi tambah khawatir!’

‘Raditya, prosesnya gak lama kok, palingan 20 menit, kecuali kalau nanti pas operasi ada hal-hal yang tak terduga’

‘Yang tak terduga tuh kayak gimana, Dok?’ Gue ngebayangin ternyata pas operasi, kliniknya meledak atau tiba-tiba susternya kerasukan roh jahat.

‘Iya, misalnya pas lagi operasi dan mau ditarik giginya, eh ternyata akarnya bengkok. Nah, itu agak lebih lama lagi karena tingkat kesulitan untuk ngeluarinnya beda,’ kata dokter Nuri. ‘Yah, berdoa aja gigi kamu akarnya lurus.’

Gue menelan ludah kembali.

‘Oke,’ Dokter Nuri nyengir lebar. ‘Siap operasi sekarang.’

‘Hari ini, Dok? Sekarang juga? Detik ini?’

Dokter Nuri mengangguk. ‘Sudah siap mental?’

‘Belom, Dok!’

Gue pun menjanjikan untuk operasi minggu depan.

Di rumah, gue mempersiapkan diri, mulai dari mencari tahu tentang operasi geraham bungsu itu sendiri. Dari cerita yang gue baca di internet, emang keliatannya prosedurnya serem banget. Beberapa temen malah nakut-nakutin gue, ada yang bilang kalau salah cabut geraham bungsu bisa buta. Ada lagi yang bilang temannya salah cabut geraham bungsu dan sebagian mukanya lumpuh.

‘Om gue sebagian mukanya lumpuh gara-gara operasi geraham bungsu.’ kata seorang teman menakut-nakuti. ‘Dia sekarang kalau tidur matanya melek sebelah.’

‘Asli, om lo jadi serem banget. Kalo dia tidur di angkot pasti enggak ada yang mau duduk di sebelah dia.’ jawab gue.

Giliran ada temen yang selamat menjalani operasi geraham bungsu, mereka malah bilang setelah operasi pipi pasti bengkak banget dan sakitnya bikin stres. Salah seorang teman pernah cerita ke gue, seolah sedang berbagi cerita perang, ‘Gue pernah ngelewatin operasi geraham bungsu. Dan gue selamat. Tapi percaya sama gue, selama beberapa minggu muka lo bakal bengkak, sampe-sampe orang gak kenal lo lagi.’

‘Terima kasih telah membuat gue tambah stres.’ balas gue.

Saking gelisahnya, ketika hari operasi tiba, gue sampai satu jam lebih awal dari Waktu janjian. Gue makan dulu di restoran padang di sebelah dokter gigi, sekadar jaga-jaga kalau nanti sehabis operasi gue gak bisa makan untuk waktu yang lama. Gue makan seolah itu adalah jamuan terakhir gue. Mesan ayam gulai, mesan paru goreng, gue nikmati semua makanan itu.

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.783 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: