Iklan
Normantis Update

Orang Suci (The Saint) – Kahlil Gibran

Karya: Kahlil Gibran

Orang Suci (The Saint) - Kahlil Gibran

ORANG SUCI
Karya: Kahlil Gibran

Di masa mudaku aku pernah berkunjung ke tempat seorang suci di belukar di seberang bukit, dan saat kami berbincang tentang alam kebaikan seorang perampok berjalan pincang dan kelelahan ke atas tebing. Ketika ia mencapai belukar, ia berlutut di hadapan si orang suci dan berkata, “Oh orang suci, aku ingin merasa nyaman! Dosaku terasa berat!”

Dan si orang suci menjawab, “Dosaku juga terasa berat.”

Dan si perampok berkata, “Tetapi aku adalah pencuri dan aku perampas.”

Dan si orang suci menjawab, “Aku juga pencuri dan perampas.”

Dan si perampok berkata, “Tetapi aku adalah pembunuh dan darah dari banyak orang menangis di telingaku.”

Dan si orang suci menjawab, “Aku juga pembunuh dan darah dari banyak orang menangis di telingaku.”

Dan si perampok berkata. “Aku telah melakukan kejahatan yang tak terhitung banyaknya.”

Dan si orang suci juga menjawab, “Aku juga telah melakukan kejahatan yang tak terhitung banyaknya.”

Lalu si perampok berdiri dan menatap si orang suci, dan ada pandangan aneh dari matanya. Dan ketika ia meninggalkan kami, ia berjalan sambil meloncat-loncat menuruni bukit.

Dan aku berbalik ke arah si orang suci dan berkata, “Mengapa kau menuduh dirimu sendiri telah melakukan kejahatan? Apakah kau tidak melihat orang itu pergi karena tidak memercayaimu?”

Dan si orang suci menjawab, “Benar bahwa ia tidak percaya padaku. Tetapi ia pergi dengan kenyamanan yang ia inginkan.”

Dan pada saat itu kami mendengar si perampok bernyanyi di kejauhan dan gemanya mengisi lembah dengan keceriaan.

Kahlil Gibran
Buku: Pelari Terdepan

THE SAINT
By: Kahlil Gibran

In my youth I once visited a saint in his silent grove beyond the hills; and as we were conversing upon the nature of virtue a brigand came limping wearily up the ridge. When he reached the grove he knelt down before the saint and said, “O saint, I would be comforted! My sins are heavy upon me.”

And the saint replied, “My sins, too, are heavy upon me.”

And the brigand said, “But I am a thief and a plunderer.”

And the saint replied, “I too am a thief and a plunderer.”

And the brigand said, “But I am a murderer, and the blood of many men cries in my ears.”

And the saint replied, “I too am a murderer, and in my ears cries the blood of many men.”

And the brigand said, “I have committed countless crimes.”

And the saint replied, “I too have committed crimes without number.”

Then the brigand stood up and gazed at the saint, and there was a strange look in his eyes. And when he left us he went skipping down the hill.

And I turned to the saint and said, “Wherefore did you accuse yourself of uncommitted crimes? See you not this man went away no longer believing in you?”

And the saint answered, “It is true he no longer believes in me. But he went away much comforted.”

At that moment we heard the brigand singing in the distance, and the echo of his song filled the valley with gladness.

Kahlil Gibran
Book: The Forerunner

Iklan

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.079 pengikut lainnya

1 Comment on Orang Suci (The Saint) – Kahlil Gibran

  1. Selalu menarik untuk dibaca lagi dan lagi, karya Gibran selalu bisa menjadi tauladan dari masa ke masa.

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: