Normantis Update

Cerpen WS Rendra: Pertemuan Dengan Roh Halus

Karya: WS Rendra

Berbagai dukun telah mencoba menolong gadis itu, tetapi Endang masih tetap menguasainya. Demikianlah sampai dua hari berjalan, gadis itu masih tetap dipengaruhi arwah itu. Ia tidak mau keluar dari gua, tidak makan, tidak tidur, mukanya berubah mengerikan, rambutnya tergerai, bajunya robek sehingga kelihatan sebuah buah dadanya, suaranya besar, tangannya berdarah terluka dan demikian pula dahinya.

Kedua orangtua gadis itu menangis mengaduh tersedu-sedu dan tetap menunggui anaknya di muka mulut gua yang gelap itu. Anaknya tak bisa lagi mengenal mereka. Berbagai pertolongan sudah dijalankan, tetapi semuanya sia-sia. Orang yang datang sangat banyak, tetapi hampir semuanya hanya datang dengan maksud menonton. Berita itu telah sampai juga ke telinga Hasan. Namun, ia merasa bahwa ia tak tahu apa yang akan diperbuatnya. Akhirnya, datanglah orangtua Fatima bersama beberapa orang lainnya lagi kepadanya dan berkata minta tolong kepadanya. Ia menjawab bahwa ia bingung, tak mengerti apa yang mesti dikerjakan. Ia akan sangat senang sekali menolong, tetapi tak tahu bagaimana caranya.

Kedua orangtua Fatima terus saja mendesaknya, sehingga akhirnya ia sanggupi akan datang ke gua, dan ia akan mencoba berbuat sesuatu.

Ketika ia sampai ke gua itu, ayah Fatima membawanya ke mulut gua yang gelap itu dengan membawa obor. Demi Hasan masuk ke gua, gadis itu menjerit dengan histeris.

“Hasanl Hasan-ku!”

Kemudian gadis itu membentangkan kedua lengannya, lalu menyerbu memeluk Hasan. Hasan sangat terkejut dan jijik. Ia memberontak dan membanting gadis itu ke tanah, lalu lari keluar. Gadis itu meraung kesakitan. Ketika ia bangkit kembali dan akan mengejar Hasan, ayahnya menahannya. Gadis itu meraung-raung dan memanggil-manggil nama Hasan. Keadaannya menyedihkan sekali. Mukanya seperti sebuah topeng yang mengerikan. Padahal, sebenarnya ia cantik. Badannya basah kuyup oleh keringat. Kemudian tanah yang kotor lengket di keringat itu karena ia bergulung-gulung di tanah.

“Hasan,” teriaknya. “Mana Hasan. Saya hanya bisa damai dengan Hasan.”

Hasan merasa kasihan kepada gadis itu. Sejenak ia mengira bahwa gadis itu gila. Namun, itu tidak mungkin. Terang gadis itu kemasukan rohnya Endang. Sebab, ia memanggil-manggil namanya, padahal ia belum pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya. Iabisamembayangkan bagaimana tersiksanya gadis itu. Badan wadag-nya sama sekali dikuasai oleh roh yang memperlakukannya dengan semena-mena. Raga gadis itu telah rusak betul-betul. Sekarang ia insyaf betul bahwa ia harus berbuat sesuatu untuk menolong gadis itu. Dengan jalan bagaimanapun ia mesti mengusir roh itu dari badan Fatima.

Dengan segera ia memasuki gua itu.

“Diam,” teriaknya penuh perbawa.

“Hasan,” keluh Fatima sambil akan merangkulnya.

“Jangan dekat,” perintah Hasan tanpa mengerdip.

“Kenapa, Hasan? Tak kenal Endang lagikah kau?”

“Tenanglah dulu!”

“Pegang ia kuat-kuat,” perintahnya kepada ayah Fatima.

Kemudian masuklah pula paman Fatima membantu memegangi tangannya. Gadis itu meronta-ronta dan berteriak-teriak. Segera Hasan membentak lagi.

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.774 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: