Iklan
Normantis Update

Cerpen WS Rendra: Pertemuan Dengan Roh Halus

Karya: WS Rendra

Pertemuan Dengan Roh Halus - Cerpen WS Rendra

CERPEN: PERTEMUAN DENGAN ROH HALUS
Karya: WS Rendra

Banyaklah sudah kita mendengar tentang roh halus, hantu, peri, dan yang sejenis itu. Sebagian orang mengatakan bahwa mereka itu lebih halus memang dari manusia, artinya mereka dapat melenyapkan diri dari mata kita. Meskipun begitu, bukanlah hal itu berarti mereka lebih unggul dari manusia. Secara lebih teliti, barangkali bisa dikatakan mereka lebih unggul dengan manusia hanyalah dalam hal bahwa mereka tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Namun, bukanlah berarti mereka adalah lebih unggul dari manusia dalam menguasai kehidupan alam nyata. Dunia mereka adalah dunia gaib. Di sanalah mereka berkuasa. Namun, di dunia kita yang nyata ini kitalah yang berkuasa, sebab Tuhan pun memang telah menguasakan kepada kita. Meskipun begitu, banyak pula yang berpendapat lain dari ini. Di bawah ini akan saya ceritakan pengalaman salah seorang teman saya, yaitu Insinyur Hasan, yang juga dalam ceritanya menguatkan pendapat bahwa di dunia nyata kita ini, bagaimanapun kita bisa mengalahkan roh halus.

Teman saya Hasan tadi, telah berjuang dengan roh halus, bukannya dalam pergumulan, boksen, ataupun tembak-menembak. Teman saya yang terpelajar tadi telah berjuang mengalahkan sebuah roh halus dengan diplomasi. Adapun ceritanya adalah begini.

Maka pada suatu hari, yaitu setelah beberapa tahun Hasan menamatkan pelajarannya di Amerika, ia pulang berlibur ke rumah orangtuanya di Wonogiri. Biasanya, orangtuanya suka berkunjung ke rumahnya di Yogya. Namun, kali ini ialah yang berkunjung ke rumah orangtuanya di dusun yang kecil itu. Kunjungan ini mempunyai arti yang istimewa. Yaitu untuk melunakkan kemasygulan hati orangtuanya, sebab ia telah beberapa kali menolak untuk dikawinkan. Beberapa kali ia telah menerangkan pada orangtuanya bahwa kenangan percintaannya dengan Endang, tunangannya yang dulu, belum bisa ia lupakan. Dan, ia belum kepingin kawin ataupun punya pacar lagi. Endang tunangannya yang dulu adalah perawan yang cantik dengan muka yang halus dan badan yang semampai, tambahan pula Hasan sangat mencintainya.

ltulah sebabnya ia tak bisa melupakannya, meskipun perempuan itu telah lima tahun yang lampau meninggal dunia. la meninggal dunia karena jatuh sewaktu mendaki sebuah puncak gunung batu yang bernama Gunung Gandul, yang terletak di tepi dusun yang kecil itu, yaitu ketika ia bersama teman-temannya pergi berpiknik.

Kabarnya, gadis itu beberapa jam saat sebelum kecelakaannya dengan penuh semangat bercerita tentang percintaannya dengan tunangannya, Hasan. Ia ceritakan bagaimana ia sangat mencintai pemuda yang berbakat teknik, tetapi pandai pula menulis surat percintaan itu, seperti diceritakannya pula bagaimana ia mengalami ciuman pertamanya. Beberapa menit kemudian, setelah segala ceritanya itu, ia menginjak batu yang goyah sehingga terjadilah kecelakaan yang meminta korban jiwanya itu. Ia mati seketika itu juga karena pecah sudah belakang kepalanya. Barangkali ia mati dengan kepala masih menyimpan kenangan terhadap tunangannya. Dan, banyaklah orang akan berkata bahwa cara matinya adalah sangat menyedihkan, seakan-akan ia tidak rela akan kematiannya. Mati tanpa keikhlasan. Sebab itu, demikian kata banyak orang, arwahnya masih tetap ngelambrang, tidak mau tinggal di alam akhirat. Ia masih belum puas dengan hidupnya yang dulu.

Dan, tersebarlah cerita di antara penduduk desa itu bahwa arwah yang patah hati itu sering mengganggu orang-orang yang mendaki Gunung Gandul. Yang paling suka diganggunya ialah para gadis-gadis remaja. Itulah sebabnya bahwa sejak meninggalnya Endang itu, banyak para gadis pendaki yang mendapat kecelakaan ataupun sepulangnya dari pendakian tiba-tiba sakit, mengigau, lalu meninggal dunia.

Hasan telah mendengar semua cerita semacam itu. Namun, sekarang ia sendiri telah terlibat dalam peristiwa semacam itu.

Ketika telah berjalan dua hari ia tinggal pada orangtuanya itu, terjadilah peristiwa bahwa seorang gadis pelajar SKP dari Solo yang pergi mendaki Gunung Gandul tiba-tiba menjadi kalap, seperti orang gila dan bingung. la seperti orang yang tersesat masuk ke sebuah gua kecil dan tak mau lagi keluar dari situ. Kemudian, ia mericaukan bermacam-macam kalimat yang aneh, dan mengaku bahwa namanya sekarang adalah Endang. Padahal, namanya yang sesungguhnya adalah Fatima. Dengan demikian, dikata orang bahwa gadis itu telah dirasuki oleh arwah Endang.

Iklan

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.079 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: