Iklan
Normantis Update

Koran Pagi (Kisah bocah bego yang akhirnya jadi wartawan) – Puisi Joko Pinurbo

Karya: Joko Pinurbo

Koran Pagi - Puisi Joko Pinurbo

KORAN PAGI
Karya: Joko Pinurbo

Koran pagi masih mengepul di atas meja.
Wartawan itu belum juga menyantapnya.
Ia masih tertidur di kursi setelah seharian
digesa-gesa berita. Seperti biasa,
untuk melawan pening ia menepuk kening.
Lolos dari deadline, ia terlelap. Capeknya lengkap.

Tahun-tahun memutih pada uban yang letih.
Entah sudah berapa orang peristiwa, berapa ya,
melintasi jalur-jalur waktu di kerut wajah.
Ke suaka ingatan mereka hijrah.

Almarhum bapaknya sebenarnya tak suka ia
susah-susah jadi reporter. Lebih baik jadi artis
yang kerjanya diuber-uber wartawan.
Ibunya berharap ia jadi dokter agar dapat
merawat tubuhnya sendiri yang sakit-sakitan.

Siang itu, bersama teman-teman sekelasnya,
ia sedang berlatih mengarang. Semantara
kawan-kawannya sibuk bermain kata, ia bengong saja
sambil menggigit-gigit pena meskipun bu guru
berkali-kali mengingatkan bahwa cara terbaik
untuk mulai menulis adalah menulis.

Entah bagaimana mulanya, tiba-tiba terjadi
kebakaran. Bu guru dan murid-muridnya segera
berhamburan keluar. Belakangan beredar kabar
bahwa gedung sekolahnya sengaja dibakar
komplotan perusuh berlagak pahlawan. Saat itu
situasi memang sedang rawan, penuh pergolakan.

Tanpa menghiraukan bahaya, bocah bego itu
malah sibuk mencari-cari pena yang terjatuh
dari meja. Bu guru nekad menyusulnya,
sementara api makin berkobar dan semua panik:
jangan-jangan mereka ikut terbakar.

Setelah pensiun, bu guru yang pintar itu sibuk
mengurus kios koran kebanggaannya.
Sedangkan muridnya yang suka bengong kini
sedang lelap di kursi, matanya setengah terbuka.
Koran pagi masih mengepul di atas meja.

(2003)
Joko Pinurbo
Buku: Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Iklan

Video Normantis

KARYA TERBARU

EDISI SPESIAL HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.156 pengikut lainnya

1 Trackback / Pingback

  1. Koran Pagi (Kisah bocah bego yang akhirnya jadi wartawan) – Puisi Joko Pinurbo | Kumpulan Puisi Cinta Paling Galau

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: