Iklan
Normantis Update

Aku Anak Ayahku – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

Aku Anak Ayahku - Puisi Norman Adi Satria

AKU ANAK AYAHKU
Karya: Norman Adi Satria

Aku pernah mengira kau cengeng, Ayah.
Begitu tersedunya kau mengucurkan airmata
ketika ayahmu meninggalkan kita.
Bocah ingusan memang belum tanggap soal kehilangan
karena terbiasa melihat robot yang tak dapat lagi berjalan
namun masih bisa diajak main perang-perangan.

Aku juga pernah mengira kau keji, Ayah.
Begitu membabibutanya kau menghajarku
hingga babak belur dan darah dari hidungku mengucur
hanya karena aku meminta dua ratus perak
untuk membeli sebungkus batagor;
itupun masih kau tambahi dengan golok tajam
yang kau lekatkan di leherku;
bila Ibu tak buru-buru
sudah melayanglah nyawaku.

Sejak saat itu aku membencimu, Ayah!
Kita tak saling cakap selama enam tahun.
Sedikitpun aku tak pernah lagi menyapamu
kau tak pernah lagi menanyai bagaimana sekolahku.
Kita dua lelaki yang seolah bisu, benar-benar bisu
karena yang tunawicara saja masih berbicara
melalui gerak-gerik tubuhnya, sedangkan kita tidak.

Kau membiarkan aku melakukan apa saja semauku
termasuk membawa gadis dan menenggak minuman di kamarku.
Padahal ketika itu aku hanya ingin kau tegur
aku rindu kau marahi.
Tapi mengapa kau biarkan aku mabuk
kau biarkan aku rusak
jadi bocah nakal, calon bajingan?

Kau biarkan aku menyesal sendiri
seperti kau yang akhirnya menyesali
masa-masa mudamu yang terbuang
sebagai seorang ayah yang gagal dicintai.

Terkadang, dalam kesunyian aku sengaja
mendengarkan langkah kakiku sendiri
hanya untuk memastikan
benarkah bunyi langkah kita senada?
Dan ternyata benar, aku tumbuh menjadi sepertimu,
hanya jalan kita yang berbeda.
Aku takkan menghajar anakku
seperti kau menghajar aku.

Di senja itu
aku sengaja sembunyi untuk berairmata
ketika melihat kau menggendong anakku.
Tanganmu yang dulu kekar memukuliku
kini gemetar mengelus kepala cucumu.
Bila melihat airmataku terjatuh
mungkin aku akan dianggap cengeng oleh anakku
karena aku menangis jauh sebelum kehilanganmu.

Jakarta, 26 Agustus 2014
Norman Adi Satria

Iklan

EDISI SPESIAL SUMPAH PEMUDA

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.244 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: