Iklan
Normantis Update

Telefon Umum – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

Telefon Umum - Puisi Norman Adi Satria

TELEFON UMUM
Karya: Norman Adi Satria

Aku rindu memasukkan koin ke lubang telefon umum
menelefonmu kala mendung
mengabarkan sebentar lagi hujan
dan aku tak jadi datang.

Aku rindu kau ngambek
bilang aku lelaki pengecut
yang tak jadi ngapel
hanya karena cuaca.

Aku rindu kau memaksaku untuk tetap datang
menembus hujan dan kau bilang
akan siapkan handuk
secangkir teh hangat
dan semangkuk mi instan.

Aku rindu kau kelimpungan
kala aku tak kunjung tiba
karena vespaku mogok
kemasukan air
dan datang larut malam
dengan bau oli samping.

Aku rindu kau kala aku masuk angin
kau mengerik punggungku
dan mengusap dadaku dengan balsam.

Aku rindu kau menyesal menyuruhku datang
dan berkata tak apalah bila pacaran
hanya bicara di telefon umum.

Kemarin,
aku masukkan lagi koin ke telefon umum itu
dan berkata: halo kenangan, aku rindu kau.
Lalu menutupnya sebelum kau menjawab.

Karena aku tahu
kenangan takkan terulang
dan telefon umum itu pun telah rusak.
Koin yang ku masukkan
adalah koin yang kau gunakan
untuk mengerik pungungku dulu.
Dan kau telah punya koin yang baru
untuk mengerik punggung yang selain aku.

2005
Norman Adi Satria

Iklan

Video Normantis

KARYA TERBARU

EDISI SPESIAL HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: