Normantis Update

Di Sebuah Mandi – Puisi Joko Pinurbo

Karya: Joko Pinurbo

Di Sebuah Mandi - Puisi Joko Pinurbo

DI SEBUAH MANDI
Karya: Joko Pinurbo

Di sebuah mandi kumasuki ruang kecil
di senja tubuhmu. “Ini rumahku,”
kau menggigil. Rumah terpencil.

Tubuhmu makin montok saja.
“Ah, makin ciut,” kau bilang, “sebab perambah liar
berdatangan terus membangun badan
sampai aku tak kebagian lahan.”
Ke tubuhmu aku ingin pulang.
“Ah, aku tak punya lagi kampung halaman,”
kau bilang. “Di tubuh sendiri pun aku cuma
numpang mimpi dan nanti numpang mati.”

Kutelusuri peta tubuhmu yang baru
dan kuhafal ulang nama-nama yang pernah ada,
nama-nama yang tak akan pernah lagi ada.
“Ini rumahku,” kautunjuk haru sebekas luka
di tilas tubuhmu dan aku bilang,
“Semuanya tinggal kenangan.”

Di sebuah mandi kuziarahi jejak cinta
di senja tubuhmu. Pulang dari tubuhmu,
aku terlantar di simpang waktu.

(2000)
Joko Pinurbo
Buku: Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: