Iklan
Normantis Update

Khotbah (Kisah Pastor Diperkosa, Dimutilasi, dan Dimakan Jemaat) – Puisi WS Rendra

Karya: WS Rendra

Khotbah - Puisi WS Rendra

KHOTBAH
Karya: WS Rendra

FANTASTIS.
Di satu Minggu siang yang panas
di gereja yang penuh orangnya
seorang padri muda berdiri di mimbar.
Wajahnya molek dan suci
matanya manis seperti mata kelinci
dan ia mengangkat kedua tangannya
yang bersih halus bagai lili
lalu berkata:
“Sekarang kita bubaran.
Hari ini khotbah tak ada.”

Orang-orang tidak beranjak.
Mereka tetap duduk rapat berdesak.
Ada juga banyak yang berdiri.
Mereka kaku. Tak mau bergerak
Mata mereka menatap bertanya-tanya.
Mulut mereka menganga
berhenti berdoa
tapi ingin benar mendengar.
Kemudian dengan serentak mereka mengesah
dan berbareng dengan suara aneh dari mulut mereka
tersebarlah bau keras
yang perlu dicegah dengan segera.

“Lihatlah aku masih muda.
Biarlah aku menjaga sukmaku.
Silakan bubar.
Izinkan aku memuliakan kesucian.
Aku akan kembali ke biara
merenungkan keindahan Ilahi.”

Orang-orang kembali mengesah.
Tidak beranjak.
Wajah mereka tampak sengsara.
Mata mereka menganga
sangat butuh mendengar.

“Orang-orang ini minta pedoman. Astaga.
Tuhanku, kenapa di saat ini kau tinggalkan daku.
Sebagai sekelompok serigala yang malas dan lapar
mereka mengangakan mulut mereka.
Udara panas. Dan aku terkencing di celana.
Bapa. Bapa. Kenapa kau tinggalkan daku.”

Orang-orang tetap tidak beranjak.
Wajah mereka basah.
Rambut mereka basah.
Seluruh tubuh mereka basah.
Keringat berkucuran di lantai
kerna udara yang panas
dan kesengsaraan mereka yang tegang.
Baunya busuk luar biasa.
Dan pertanyaan-pertanyaan mereka pun berbau busuk
juga.

Iklan

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 4.079 pengikut lainnya

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: