Normantis Update

Hati Yang Tersasar (Dalam suatu salah sambung) – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

Hati Yang Tersasar - Puisi Norman Adi Satria

HATI YANG TERSASAR
Karya: Norman Adi Satria

Hati yang tersasar lama-lama akan nyaman juga
manakala tak lagi merasa asing di sana.

Pertama kali aku mendengar suaramu
dalam suatu salah sambung
yang sangat nyambung.

Kita bicara hal yang sama:
tiada sesuatu pun yang kebetulan
jika diamati dari kacamata takdir.

Kemudian kita sama-sama terburu-buru
memaknai kenyambungan itu
kudu berujung temu.

Akhirnya kita berjumpa
bicara dan menertawakan apa saja.
Hingga tiba pada suatu titik
dimana kau tak sengaja menguak lupaku:
“Jadi siapa pemilik nama yang sebenarnya ingin kamu hubungi?”

Segera aku teringat pada seorang wanita
yang memberikan nomor ponselnya
di selembar tisu bekas airmata.

Diam-diam aku melihatnya kembali
dan baru tersadar
aku telah salah menekan satu tombol
yang mengantarkanku pada suaramu.

“halo?”
“hai, aku sudah menunggu telfonmu dari seminggu lalu.”
“apa kabar?”
“tidak pernah lebih baik sebelum kau hapus airmataku.”

Kau tanya aku menelefon siapa
dan aku tak bisa berkata apa-apa.

“hai, kamu dengar suaraku?”
tanyamu dan tanya suara di ujung ponsel itu.

Bekasi, 25 September 2016
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,724 other followers

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: