Normantis Update

Tahilalat (Ibu) – Puisi Joko Pinurbo

Karya: Joko Pinurbo

TAHILALAT
Karya: Joko Pinurbo

Pada usia lima tahun ia menemukan
tahilalat di alis ibunya,
terlindung bulu-bulu hitam lembut,
seperti cinta yang betah berjaga
di tempat yang tak diketahui mata.

Kadang tahilalat itu memancarkan cahaya
selagi ibu lelap tidurnya.
Dengan girang ia mengecupnya:
“Selamat malam, kunang-kunangku.”

Ketika ia beranjak remaja
dan beban hidup bertambah berat saja,
tahilalat itu hijrah ke tengkuk ibunya,
tertutup rambut yang mulai layu,
seperti doa yang merapal diri
di tempat yang hanya diketahui hati.

Disingkapnya rambut si ibu,
diciumnya tahi lalat itu, “Maaf,
sering lupa kuucapkan amin untukmu.”

Akhirnya ia benar-benar sudah dewasa,
sudah siap meninggalkan rumah ibunya,
dan ia tak tahu tahilalat itu pindah ke mana.

“Jika kau menemukannya,
masihkah kau akan mengecupnya,
akankah kau menciumnya?” si ibu bertanya.

Ah, tahilalat itu telah hinggap
dan melekat di puting susu ibunya.

(2011)
Joko Pinurbo
Buku: Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: