Normantis Update

Perempuan yang Cemburu – Puisi WS Rendra

Karya: WS Rendra

Dan kepada khalayak yang merangsek
ia tegas berkata:
“Jangan ikut campur!”
Tangan kirinya menekan perut.
Tangan kanannya terentang mengundang.
Perempuan itu menghambur kepadanya.
Dan ia memeluknya.
Dempet.
Musik bagai gelombang guruh
Yang menggeram dari jauh
di ufuk langit yang keruh.
Dua tubuh dempet bergoyang. Dan irama.
Basah. Keringat. Darah.
Sing – song – Sing – song. Pyar!
Sing – song – Sing – song. Pyar!

Di rumah sakit perutnya dijahit.
Ketika terbaring di ranjang kamar pasien
teman-temannya mengerumuninya.
Dan ceweknya erat menggenggam tangannya.
Kepada teman-temannya ia berkata:
“Ia merobek perutku tidak sepenuh hati.
Lukaku luka ringan biasa.
Aku paham isi hatinya.”
Ia menoleh kepada ceweknya.
Dan perempuan itu menjilati peluh lelaki itu.
Di jidat. Di lehernya.
“Kalian semua pergi.
Ini urusan pribadi.
Jangan lupa menutup pintunya.”

Para leluhur dari alam gaib
memancarkan bau gandasuli.
Menggerombol di pojok kamar.
Klarinet bersuara sopan
di udara di luar yang berembun.
Ranjang dan kantong infus bergoyang-goyang.
Perempuan itu telanjang
dan bertengger di atas tubuh kekasihnya.
Dalam keadaan terengah dan membungkuk
kedua susunya menggantung.
Semakin nyata bentuk dan mutunya.

Para leluhur dari alam gaib
mengejap-ngejapkan mata mereka
sambil menyebarkan restu gandasuli
dan terdengar dengkur-dengkur yang teratur
dari gubuk-gubuk karton
di sepanjang jalan kereta api.
Sing – song – Sing – song. Pyar!
Sing – song – Sing – song. Pyaar!
Sing – song – Sing – song. Pyaaar!

Cipayung Jaya, 4 Februari 2007
WS Rendra
Buku: Doa Untuk Anak Cucu

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.783 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: