Normantis Update

Komeng Tak Pernah Berhenti Tertawa (Meski Dalam Duka) – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

KOMENG TAK PERNAH BERHENTI TERTAWA
Karya: Norman Adi Satria

Lihat tawa itu
tawa menghibur diri:
diri orang lain
agar sedihnya tak merepotkan mereka.

Karena memang pilu
tak harus melulu dibagi rata.
Setiap orang punya hak merasakan sedihnya sendiri secara utuh
sebagai bukti cinta yang tak setengah-setengah.

Siapa masih bisa tertawa dalam duka
kecuali orang yang tahu mati
ujungnya hidup abadi
di alam baka

Tahun ini Komeng kehilangan dua yang dicinta:
Ibunda dan Cantika.
Dalam pedih yang teramat sangat
dia masih bisa membuat tawa
di bibir sahabat, keluarga,
dan dua anak yang tersisa.

Dapatkah tawa membuyarkan nuansa kabung?
Tidak, dua hal itu bisa saja berjalan beriringan
asalkan ada salah satu yang hanya sekedar formalitas:
turut berduka atau turut tertawa.

Sahabat-sahabat Komeng datang untuk turut tertawa
namun di kedalaman sanubarinya
mereka sungguh-sungguh berduka.

Siapa masih bisa tertawa dalam duka
kecuali orang yang ikhlas
menelan sendiri duka laranya.

Jakarta, 28 Agustus 2016
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,699 other followers

%d bloggers like this: