Normantis Update

Kutukan (The Curse) – Kahlil Gibran

Karya: Kahlil Gibran

Old relaxed man, looking through glasses, Varanasi Benares India

KUTUKAN
Karya: Kahlil Gibran

Seorang laki-laki tua di tepi laut berkata padaku, “Tiga puluh tahun yang lalu seorang pelaut lari dengan anak perempuanku. Dan aku mengutuk mereka berdua dalam hatiku, karena di dunia ini tidak ada yang kucintai selain anakku.”

“Tak lama pelaut muda itu dengan kapalnya tenggelam di dasar laut, dan dalam kapal yang tenggelam itu ada anak perempuanku yang telah meninggalkanku.”

“Aku merasa menjadi pembunuh pelaut muda itu dan kekasihnya. Kutukankulah yang menghancurkan mereka. Dan sekarang menjelang ajal, sudah waktunya bagiku untuk memohon pengampunan Tuhan.”

Itulah yang dikatakan laki-laki tua itu. Tapi dalam tekanan suaranya masih terdengar rasa bangga akan kekuatan kutukannya.

Kahlil Gibran
Buku: Sang Pengelana


THE CURSE
By: Kahlil Gibran

And old man of the sea once said to me, “It was thirty years ago that a sailor ran away with my daughter. And I cursed them both in my heart, for of all the world I loved but my daughter.

“Not long after that, the sailor youth went down with his ship to the bottom of the sea, and with him my lovely daughter was lost unto me.

“Now therefore behold in me the murderer of a youth and a maid. It was my curse that destroyed them. And now on my way to the grave I seek God’s forgiveness.”

This the old man said. But there was a tone of bragging in his words, and it seems that he is still proud of the power of his curse.

Kahlil Gibran
Book: The Wanderer

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

%d bloggers like this: