Normantis Update

Dalam Kereta Bawah Tanah, Chicago – Puisi Sapardi Djoko Damono

Karya: Sapardi Djoko Damono

DALAM KERETA BAWAH TANAH, CHICAGO
Karya: Sapardi Djoko Damono

“Siapakah namamu?” Barangkali aku setengah tertidur
      waktu kautanyakan itu lagi. Bangku-bangku yang
      separo kosong, beberapa wajah yang seperti mata
      tombak, dan dari jendela: siluet di atas dasar hitam.
      Aku pun tak pernah menjawabmu, bahkan ketika
      kautanyakan jam berapa saat kematianku, sebab kau
      toh tak pernah ada tatkala aku sepenuhnya terjaga.

Baiklah, hari ini kita namakan saja ia ketakukan, atau apa
      sajalah. Di saat lain barangkali ia menjadi milik
      seorang pahlawan, atau seorang budak, atau Pak Guru
      yang mengajar anak-anak bernyanyi – tetapi manakah
      yang lebih deras denyutnya, jantung manusia atau
      arloji (yang biasa menghitung nafas kita), ketika
      seorang membayangkan sepucuk pestol teracu ke
      arahnya? Atau tak usah saja kita namakan apa-apa;
      kau pun sibuk mengulang-ulang pertanyaan yang
      itu-itu juga, sementara aku hanya separo terjaga.

Seandainya –

1971
Sapardi Djoko Damono

Buku: Hujan Bulan Juni

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,704 other followers

%d bloggers like this: