Normantis Update

Sepucuk Undangan – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

SEPUCUK UNDANGAN
Karya: Norman Adi Satria

Sepucuk undangan
diantar oleh seorang pembantu.
“Permisi,
anak majikan saya mau sunatan.”
Kau makan nasi bungkusnya,
melihat undangannya.
“Oh, anaknya Si Anu
anunya mau disunat.”
Esoknya kau tak datang,
kertas undangannya pun hilang,
ada dalam kotak nasi yang kau buang.

Mungkin sudah puluhan kali
kau tidak memedulikan undangan:
kawinan, sunatan, akikahan,
selametan, pengajian, arisan,
ronda bergiliran.

Kemudian,
suatu hari seorang pria
yang berdarah-darah
datang.
“Permisi, ada yang mau ikut saya?”
“Ikut kemana?”
Pria itu menunjuk sebuah jalan penuh duri
dan bara api.
“Ah, gila. Saya lebih baik tidur saja.”
“Ya, sudah. Permisi.”
“Ya..”
Padahal itu seorang Nabi
yang mengajakmu ke surga.

Bekasi, 13 Agustus 2013
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

%d bloggers like this: