Normantis Update

Perpisahan yang Terlalu Indah – Puisi Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

PERPISAHAN YANG TERLALU INDAH
Karya: Norman Adi Satria

Aku, kau, dan kata
duduk bertiga di atas trekdam,
memandang lautan
di bawah rembulan.

Ikan teri dan udang di permukaan
menghisap ribuan plankton.
Perut mereka menyala bersinaran.

Cahaya kecil di kejauhan,
petromak di perahu nelayan
bergoyang terombang ambingkan,
mengundang sotong berdatangan
ke jala nelayan.

“Ini malam yang indah.” katamu.
“Ya, ini malam yang terlalu indah
untuk sebuah perpisahan.” kataku.
Lalu kita sama-sama diam.
Kata menghilang terbawa angin,
mungkin hinggap di pasir putih Nusakambangan,
atau hanyut hingga ke Srandil.

Tinggal kita berdua
duduk di atas trekdam
memandang lautan
di malam yang indah.

Namun kita sama-sama tahu
perpisahan yang terlalu indah ini
akan menyiksa,
karena akan menyisakan kenangan
dan rindu yang menyakitkan.
Lebih baik bagi kita
berpisah dalam pertengkaran,
saling menuding menyalahkan,
agar kita mudah saling melupakan.

(2007)
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,724 other followers

%d bloggers like this: