Normantis Update

Ketika Penyair Ingin Menjadi Puisi – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

KETIKA PENYAIR INGIN MENJADI PUISI
Karya: Norman Adi Satria

Suatu ketika, penyair agung ingin menjadi puisi.
Ia mengutus kata-kata kepada sehelai kertas putih bersih
yang baru saja bertunangan dengan sebuah pena keturunan pena milik raja.
Malam-malam, kertas itu tiba-tiba terisi sebuah puisi.
Beberapa kertas memuja-muji keindahannya.
Beberapa kertas lain menghujatnya:
“Dasar sundal!
Kau harus dirajam, dirobek-robek,
dan dimasukkan ke dalam api!”

Maka hancur leburlah kertas itu
kata-kata tak terbaca lagi.
Namun puisi tetap ada
meski tanpa kata-kata
tanpa sehelai kertas
tanpa pena yang menuliskannya.
Puisi itu dikenang abadi
bahkan ia telah dianggap sebagai penyairnya sendiri.

Bekasi, 1 Agustus 2016
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,724 other followers

%d bloggers like this: