Normantis Update

Sajak Penjual Buah – Joko Pinurbo

Karya: Joko Pinurbo

PENJUAL BUAH
Karya: Joko Pinurbo

Setiap pagi penjual buah itu lewat
di kampung kami, keluar masuk gang
sambil melantunkan kata-kata hafalan:
Buah bukan sembarang buah, buah saya manis rasanya.

Dara-dara remaja senang sekali mendengarnya;
mereka cepat-cepat berdiri di depan cermin
dan menyaksikan bahwa pohon waktu mulai berbuah.
Ibu-ibu muda dengan gembira merubungnya
dan merasakan betapa pohon cinta sedang lebat
buahnya. Hanya perempuan-perempuan tua
suka tersenyum kecut dan kadang ada
yang menangis sambil merengek manja,
“Kembalikan buah saya, kembalikan buah saya.”

“Pisangnya masih ada, Pak Adam?”
demikian ibu-ibu setengah baya suka bertanya,
dan sambil tersenyum bangga, penjual buah itu
menggoda, “Aduh, kok pisang lagi yang diminta?”

Bukan buah sembarang buah, buah saya manis rasanya.
Kata-kata ini terus saja diulangnya walau segala buah
yang dijajakannya sudah terbeli semua.

Sudah seminggu ini Pak Adam tak muncul
di kampung kami. Kata seorang nenek
yang diam-diam mengaguminya, penjual buah itu
tampaknya sudah mendapatkan buahnya buah,
yang belum tentu manis rasanya,
yang mungkin pahit rasanya.
“Bukan buah sembarang buah,”
ujar seorang perawan tua sambil menikmati
apel yang tampak merah dagingnya.

(2001)
Joko Pinurbo

Buku: Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,699 other followers

%d bloggers like this: