Normantis Update

Sajak Sampah Bunyi (Petasan) – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

SAJAK SAMPAH BUNYI
Karya: Norman Adi Satria

Letupan petasan masih menggema,
sedangkan suara takbir tak lagi ada.

Uang saku di amplop merah
dihabiskan bocah-bocah
untuk beli biang bom,
yang pecah di bawah gemawan.
Warna-warni,
namun berisik sekali.

Anak kecil suka ledakan,
mereka suka dikagetkan.
Lihat saja ketika main petak umpet,
atau main cilukba.
Semua serba kaget.
Mereka senang bisa kaget.
Mereka tertawa saat kamu kaget.

Mereka tak berpikir,
bisa saja
orang tua mereka akan begitu kaget
melihat bocah kesayangannya
jadi manusia panggang,
yang kulitnya hilang
dan dagingnya pecah belah
tercerai berai dari tulang.

Tapi ternyata,
yang meledakkan petasan itu
tak hanya anak-anak,
namun juga orang dewasa
yang jiwanya amat kesepian,
tak pernah dapat kejutan,
atau masa kanak-kanaknya direnggut
oleh orangtua yang terlalu mengekang,
atau tak pernah memberikan kasih sayang.

Tapi sungguh,
petasan-petasan itu amat mengganggu.
Aku sarankan,
ledakkan saja petasan itu di telingamu sendiri,
jangan membuat sampah bunyi
di malamku yang sunyi.

Bekasi, 9 Agustus 2013
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

%d bloggers like this: