Normantis Update

Sajak Sahabat Onani – Norman Adi Satria

Karya: Norman Adi Satria

hvornår blev du voksen?

SAHABAT ONANI
Karya: Norman Adi Satria

Seorang sahabat terbaring di ruang rawat inap.
Entah penyakit apa
yang menyerang tubuh muda
pecandu rokok dan kopi
yang bergadang setiap hari ini.

Ruangan tengah sepi,
istrinya tak hadir menunggui,
karena harus menjagai anak mereka yang masih bayi.
Aku memegang tangan pucatnya.
Dia perlahan membuka mata.

“Mas,” katanya.
“Sudah, tidur saja.
Malam ini aku yang menjaga.”
“Akhirnya aku bisa sakit juga.”
Dia tertawa,
tawa lemas yang dipaksakan.
“Apapun harus disyukuri.”
“Ya, Mas. Aku bersyukur.”

Aku melihat dua malaikat berdiri di samping ranjangnya.
Seketika hatiku masygul.
Tidak, tidak.
Jangan secepat ini!
Bisik kata hatiku
tercurah dalam genggaman tanganku padanya.
Airmata terus kutahan lajunya.

“Mas..”
“Ya.”
“Aku takut.
Aku punya satu ketakutan.
Mau Mas mendengar?”
Aku mengangguk.

“Aku tak takut bila hari ini meninggal.
Namun, aku takut istriku
yang brengsek namun aku cintai itu
akan menikah lagi.”
Aku masih mendengarkan.

“Dia istri yang brengsek, Mas!
Tak pernah perhatian padaku,
selalu menolak kasih sayangku.
Tak pernah mau kupeluk dan cium!
Bahkan untuk bercinta saja aku harus memohon-mohon!
Aku bisa onani sendiri, Mas!
Aku bisa!
Tapi apakah onani tak akan menyakiti
sebuah pernikahan yang suci?
Sedangkan onani adalah bercinta dengan bayangan Miyabi!
Karena aku tak pernah tega menjadikan istriku
sebagai bahan onani!”
Aku menggenggam erat tangannya.

“Kau tau, Mas,
aku pecandu rokok, kopi,
dan bergadang setiap hari.
Itu semua karena dia!
Tiap malam aku tak pernah bisa tidur!
Memikirkannya yang tertidur pulas di ranjang!
Memikirkan bagaimana dia bisa sepulas itu
sementara suaminya tertekan batinnya!
Aku pernah bertanya padanya apakah dia masih cinta,
namun dia tak menjawab.”
Aku melihat dua tetes airmata jatuh di pipinya.

“Bila aku meninggal,
dia pasti akan menyesal.
Dia pasti akan menyesal, Mas!
Dan Mas tahu, apa buah dari penyesalan?
Yaitu perubahan!
Dia yang brengsek itu akan berubah!
Dia tak akan mengulang yang aku alami
bila dia menikah lagi!”
Aku melihat dua malaikat itu pergi.

Malam ini kami tertidur
di ruang rawat inap.
Dan entah esok pagi,
siapakah dari kami yang akan dipanggil
pulang kepada Ilahi.

Bekasi, 5 Agustus 2013
Norman Adi Satria

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

%d bloggers like this: