Normantis Update

Majenun (Kisah Don Quixote) – Catatan Pinggir Goenawan Mohamad

Karya: Goenawan Mohamad

Aldonza meludah. Baginya, Don Quixote manusia sia-sia yang akan dihajar nasib. Tapi laki-laki tua yang kurus dan linglung itu menjawab: ”Akan kalah atau menangkah hamba, itu tak penting.”

Apa yang penting? Yang penting adalah perjuangan itu sendiri, bukan hasilnya: perjuangan untuk membubuhkan yang mulia di dunia yang bobrok. ltu berharga. Sebab,
bagi seorang kesatria, itu sebuah privilese.

To dream the impossible dream,
To fight the unbeatable foe,
To bear wih unbearable sorrow
To run where the brave dare not go
To right the unrightable wrong

Dengan itu, berbeda dari novel Cervantes, Man from La Mancha menampilkan Don Quixote sebagai seorang yang tulus dan militan — yang tergetar oleh sesuatu yang tak terhingga, tampak sebagai seorang majenun yang tak punya kalkulasi praktis, seperti halnya seorang penyair yang masuk menemui malam entah untuk apa.

Gila, tentu. Tapi seperti diucapkan tokoh Cervantes dalam film ini, justru ”yang terlalu praktis, itulah kegilaan”. Barangkali justru terlalu kuatnya akal sehat — yang melepaskan mimpi — itulah kegilaan.

Sebaliknya berjuang dengan setia dalam mimpi — dengan niat memberikan yang baik bagi dunia, meskipun mustahil — bisa memberi harga kepada manusia. Bahkan seorang Aldonza akan bisa melihat, ada yang luhur dalam hidup. la akan bisa terbebas dari jepitan akal praktis dari zaman yang hanya mau menghitung laba-rugi. Dan ia akan bisa tahu, ia bukan belatung di atas onggokan tahi.

Catatan Pinggir, Tempo, 29 Agustus 2010

Goenawan Mohamad

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.765 pengikut lainnya

<span>%d</span> blogger menyukai ini: