Normantis Update

Pelangi – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

Sayangnya lagu favorit di karaoke ini liriknya kurang mudah dipelesetkan bagi suasana KPK, lembaga yang senantiasa tegas menginjak daratan, namun galau menggapai langitnya. Lebih mudah menginsert kata “terkira”, “tersangkañ dan lain-lain, ke dalam “Datang untuk Pergi”. Terasa lebih pas dengan situasi kebatinan superbody pemberantasan korupsi itu. O ya, mau tanya nih kepada Bang Abraham Samad, atau siapa pun pengganti Sampeyan memimpin KPK nanti, misteri langit ini selamanya bakal tak terkira atau tak tersangka?

Tentang keindahan langit, misalnya pelanginya, biarlah itu sudah dijelaskan dengan bagus oleh A.T. Mahmud. Lihatlah anak-anak. Mereka boleh tidak hafal siapa saja terdakwa koruptor yang telah dibebaskan oleh pengadilan, tapi kalau “Pelangi-Pelangi” …Wah mereka sepresiden-presidennya dijamin hafal.

Bagi-bagi tugaslah dengan almarhum A.T. Mahmud, dan lain-lain.

Akan halnya langit, sisi keindahannya biar diungkap oleh A.T. Mahmud. Sisi matematisnya biar dijabarkan oleh Stephen Hawking. Nah tugas KPK adalah menjelaskan sisi misteri dari langit.

Benarkah langit akan runtuh jika kasus korupsi dibongkar sampai ke pucuk-pucuknya, karena pada tingkat puncak, maka semua terkait, semua terseret, dan yang terbawa-bawa itu tokoh-tokoh dari berbagai partai? KPK yang harus memecahkan misteri tersebut.

Dalam pemberantasan korupsi, hendaklah tak berlaku peribahasa “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung”. Ini biangkerok sinisme masyarakat sehingga mereka mencibiri hukum kita yang tajam ke bawah tumpul ke atas. KPK juga bukan pembangun. Maka seyogianyalah KPK tidak memakai asas “di mana langit dijunjung, di situ bumi dibangun.”

KPK itu bukan pembangun, tetapi pemberantas alias pembongkar. Ujung-ujungnya yang membangun juga…tapi biarlah pembangunan itu dilakukan oleh mandor lain. Ingat, pemborong dan mandor-mandor itu sering bilang, renovasi jauh lebih sulit dibanding membongkar dahulu bangunan lama, lalu membuat bangunan baru.

Sebagai lembaga pemberantas, saya usul KPK beraliran mazhab “di mana bumi dipijak, di situ langit dikorek-korek”.

Sujiwo Tejo
Buku: Republik Jancukers
Penerbit: Kompas

BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!

KARYA TERBARU

Masukkan alamat Emailmu.

Bergabunglah dengan 1.774 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: