Normantis Update

Pelangi – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

PELANGI
Karya: Sujiwo Tejo

Salah satu lagu dangdut lawas yang saya suka itu “Datang untuk Pergi” yang dilantunkan Elvi Sukaesih:

“Mengapa engkau datang bila untuk peeeeergi
Kau buat aku senang lalu kau sakiiiiiiiti…
Sungguh haaaatimu bagi baaaaam…”

Saya sering menyenandungkannya. Apalagi, ternyata, liriknya kini kalau dipelesetkan cocok dengan keadaan. Banyak tokoh yang patut kita duga menjadi tersangka kasus korupsi, tapi tak kunjung ditersangkakan. Jadilah lirik itu seperti ini:

”Mengapa aku kira bila tak tersaaaaangka
Mengapa aku sangka bila tak terdaaaaakwa….
Sungguh paaaaartaimu bagai aaaaaaaa …… “

Nah, kata “aaaa…” itu bisa diperpanjang dengan nama binatang dari berbagai faksi mulai faksi bulldog, dalmatian, herder, pudel, dan lain-lain. Silakan. Perpanjanglah “aaaa…” di sini dengan selera masing-masing atas faksi-faksi tersebut.

Yang sebaiknya tidak diperpanjang kan cuma urusan lupa pakai helm atau lupa bawa SIM dan STNK. Kita sudah tahu sama tahulah. Sebaiknya urusan begituan langsung diselesaikan di jalanan. Jangan diperpanjang.

Heuheuheu….

Kenapa lagu “Sepanjang Jalan Kenangan” dari Tetty Kadi betul-betul menjadi memori kolektif bangsa ini? Ya karena faktor itu juga: Hampir setiap penduduk mempunyai kenangan manis bersama polisi lalu lintas di jalanan.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,725 other followers

%d bloggers like this: