Normantis Update

Pabrik – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

Young sexy woman shows a leg for business man

PABRIK
Karya: Sujiwo Tejo

Di negeri #Jancukers buruh tidak sempat demo. Mereka sibuk pacaran di pabrik-pabrik.

Situasi itu pasti susah dibayangkan oleh mereka yang supersibuk, yang misalnya menelan ludah saja tak sempat. Tapi, sama sekali gampang diimajinasikan oleh orang yang sesibuk apa pun masih sempat memperhatikan kelakuan anggota DPR.

Coba perhatikan. Anggota dewan bisa bersidang sambil nonton bokep, kok. jadi, apa pula mustahilnya bekerja menjadi buruh di pabrik sambil pacaran.

Tak tanggung-tanggung. Mereka pacarannya itu dengan para direksi dan komisaris!

Yang penting, di luar urusan cinta, masing- masing pihak sadar posisi. Buruh ya buruh. Majikan ya majikan. Buruh tahu betul segala akibat atas ulah buruh. Majikan paham benar segala konsekuensi atas kiprah majikan.

Kata kuncinya adalah “demo”. Itulah yang antara lain membuat hubungan cinta antarpihak berlangsung. Para pihak sama-sama punya kepentingan terhadap demo. Yakni, majikan merasa tak perlu didemo, buruh merasa tak perlu mendemo.

Sedemikian hubungan mereka berlangsung, sehingga berlangsung pula kehangatan ini: harga-harga berubah. Kehidupan buruh tidak tetap saja. Harga-harga semakin berubah. Kehidupan buruh semakin tidak tetap saja.

Komisaris dan direksi yang kayanya masih nanggung, pasti susah dibayangkan menjalin cinta dengan kaum buruh.

Sekali lagi ini balik-baliknya ke soal imajinasi. Bagi komisaris dan direksi yang kayanya masih nanggung, pasti susah dibayangkan bahwa mereka dapat menjalin cinta dengan kaum buruh. Lain hanya kalau mereka sudah kaya sekali, sudah hampir tiap hari berkumpul dengan orang-orang cantik maupun tampan kelas pergaulan dunia. Mereka akan bosan berduaan dengan kelas dan tipe yang itu-itu juga.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,724 other followers

%d bloggers like this: