Normantis Update

Semut – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

SEMUT
Karya: Sujiwo Tejo

Di negeri #Jancukers di mana ada gula di situ belum tentu ada semut.

Jangan sinis. Jangan menyangka bahwa semut-semut pada jual mahal karena semuanya mengidap diabetes. O tidak. Bahkan semut-semut itu mengaku-ngaku kencing manis juga tidak.

Harap maklum, meski sesama binatang, semut bukanlah tipe manusia laki-laki semprul, yang pura-pura kencing manis agar kalau ia pergi kemana pun istrinya ndak curiga.
Apakah gula jadi kesepian karena semut-semut cuma menyukai gula impor padahal di negeri #Jancukers seluruh gula produksi dalam negeri?

Itu bisa-bisa aja.

Faktanya, di negeri #Jancukers, semua pusat-pusat kemanisan bercokol tanpa kerumunan. Ini karena kehidupan sendiri sudah berlangsung manis, manis pula seluruh hubungan manusia baik di tingkat kabupaten /kota, provinsi maupun nasional.

Bahwa gula hanya laku untuk kepentingan kembang gula bagi pesta anak-anak sekolah, nyatanya hanya bersumber dari kabar burung. Menurut kabar nonburung yang dikeluarkan oleh kementerian pemberdayaan perempuan, anak-anak tak menyukai gula. “Maaf”. Bukan kami sombong…Tapi mereka sendiri sudah menjadi anak yang manis karena hubungannya dengan orang tua juga sudah manis-manis. Kenapa begitu? Ya, apa lagi kalau bukan karena hubungan suami-istri di sini terselenggara sangat manis,” kata Bu Menteri yang tak suka kabar burung Walau sangat gemar burung.

Bapak-bapak pejabat tak suka gula. Mereka umumnya malah menyukai kopi pahit tanpa gula sama sekali. Alasan mereka, kopi Sidikalang dan kopi-kopi lain khas Nusantara justru kehilangan rasa kopinya kalau dikandungi gula. Ini selaras dengan falsafah hidup teman saya dari negeri seberang: Biar laksana kopi, sedikit pahit namun membangkitkan.

Hmmm…,

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

%d bloggers like this: