Normantis Update

Pipis – Sujiwo Tejo

Karya: Sujiwo Tejo

PIPIS
Karya: Sujiwo Tejo

Di negeri #Jancukers toilet tidak semahal yang di Gedung DPR kita. Meski murah, di ruang itu etika sangat terjaga. Sekat-sekat tata ruangnya sedemikian sehingga kalau ada guru kencing berdiri murid tidak akan dapat kencing berlari-larian. Kecuali si bocah memang ingin nabrak-nabrak partisi supaya para dokter punya kerjaan.

Ngomong-ngomong soal kencing dan kerjaan, di tempat lain ada dokter sedang menanyai pasien ciliknya, “Memangnya sehari kamu minum berapa gelas kok kurang kencing?”

Si bocah yang masih polos itu lama berpikir-pikir. Hmmm…Berapa gelas, ya?

Rasanya seumur-umur ia belum pernah makan apalagi minum gelas. Itu cuma ada dalam kuda lumping yang baginya tak pernah nyata. Seumur-umur belum pernah ia diajak ayahnya nonton akrobat tradisional itu. Orangtuanya lebih sering mengajaknya ke mal. Atraksi makan kaca cuma sekilas pernah ditontonnya dari layar kaca.

Sehari habis berapa gelas, ya?

Wah, bisa tangisan Bombay ibunya kalau sampai tahu ada gelas dimamah biak oleh anaknya. Wong dia nggak sampai makan gelas saja ibunya pernah pingsan kok. Gara-garanya anak ini bangga lapor ibunya bahwa baru saja pulang sekolah naik bus kota.

Hah? Ngapain naik bus kota? Mobil ada sesopir-sopirnya. Mbak-mbak ada sepatuh-patuhnya. Ngapain naik bus kota? Oke, di bus kota itu memang tidak ada bapak-bapak pejabat. Aman. Tapi sama saja di angkutan umum ini ada banyak copet, dan amit-amit, penculik?

Lagipula, orangtua sekarang kan sangat protektif ke darah dagingnya sendiri.

Masukkan alamat Emailmu.

Join 3,703 other followers

%d bloggers like this: